MMR Pasca ‘Dikudeta’, Shalat Shubuh hanya 4 Orang, Pemegang Kunci Terlambat Datang

0
788

MesjidJAKARTASATU.COM – Nasib Masjid Muhammad Ramadhan (MMR) kian memprihatinkan sejak diambi alih sepihak pemkot Bekasi pada Ahad (20/04/2014) kemarin. Masjid yang dulunya makmur shalat jamaahnya, kian menjadi sepi. Shalat Shubuh pada Senin (21/04/2014) kemarin hanya diikuti empat orang. Lebih parah lagi pada shalat Shubuh hari ini, Selasa (22/04/2014), petugas yang membawa kunci datang terlambat. Saat masjid lain sudah iqomah, masjid baru dibuka. Innaalillaahi wainna Ilaihi Raaji’un.

“Ana baru dari masjid (Muhammad Ramadhan,-red)shalat shubuh di sana, yang pegang kunci datang kesiangan. Beberapa saat menjelang iqomah baru datang,” tutur Abu Sabil, salah seorang jamaah shalat lima waktu di MMR.

Abu Sabil sangat sedih dengan kondisi masjid yang tepat berada di pinggir jalan utama menuju perumahan Taman Galaxi, Bekasi Selatan (samping Kantor Kecamatan Bekasi Selatan) itu. Menurutnya, Shalat Shubuh adalah parameter kemakmuran sebuah masjid. Jika masjid yang sebesar itu, mampu menampung seribuan jamaah, hanya ada empat jamaah pada shalat Shubuhnya bukti pengurus baru tidak becus memakmurkan masjid.

Abu Sabil juga menambahkan, pihak-pihak yang terlibat penggulingan pengurus lama akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat kelak, tak terkecuali pihak yayasan yang ketuanya pengikut salafi roja’.

Jika menilik QS. Al-Taubah: 18, hanya orang beriman dengan iman yang lurus, menyemurnakannya dengan amal-amal shalih yang pokoknya adalah shalat dan zakat, dan memiliki rasa takut kepada Allah yang besar, mereka yang layak memakmurkan masjid dengan semestinya, “Hanyalah yang memakmurkan mesjid-mesjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan salat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapa pun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.”

Pertanyaannya, ‘perampas’ MMR yang menjadikan masjid sepi pada shalat lima waktunya, apakah terhitung orang yang menegakkan shalat yang layak memegang Dewan Kemakmuran Masjid?(voa-islam/JKS)