Jika Terpilih Jadi Presiden, Prabowo Bakal Perkuat Institusi Polri

19
641
Foto : ISTIMEWA
Foto : ISTIMEWA
Foto : ISTIMEWA

JAKARTASATU.COM – Prabowo Subianto yang juga calon presiden dari koalisi merah-putih mengucapkan terima kasih atas dukungan politik yang diberikan oleh Keluarga Besar Putra Putri Polri (KBPPP).

Dihadapan putra-putri Polri mantan Komandan Sekolah Staff Komando (Dansesko)ABRI di akhir masa Orde baru itu berjanji akan memperkuat institusi polri, dan meningkatkan kesejahteraan personil bhayangkara.

“Saya bertekad memperkuat polisi dalam penegakan hukum, serta memperbaiki kualitas hidupnya agar tetap semangat,” katanya usai Rapat Pimpinan Nasional II Keluarga Besar Putra-Putri Polri (KBPPP) di Jakarta, Senin malam (2/6).

Prabowo juga mengatakan bahwa dalam 16 tahun terakhir kepolisian mengalami banyak kemajuan dan selanjutnya perlu dilakukan langkah-langkah untuk memperkuat institusi penegakan hukum itu.

“Saya akan memperkuat polisi, polisi hebat, keamanan terjamin. Karenanya penghasilan harus baik, termasuk fasilitas dan perusahaan, serta harus ada juga asuransi kesehatan dan pensiun,” tegas mantan menantu Presiden Soeharto tersebut.

Prabowo juga menyatakan bahwa penegakan hukum selama ini tidak berjalan baik karena dukungan finansial terhadap institusi penegakan hukum terbatas. Karena itu kedepan Prabowo bakal memperkuat mental penegak hukum agar tidak mudah tergoda oleh kekuatan uang dan kepentingan sesaat.

“Persoalannya saat ini, bagaimana kesejahteraan penegak hukum lainnya seperti jaksa dan hakim. Sekarang ini bagaimana menciptakan budaya hukum yang handal, hakim tidak bisa disogok,” tutup Prabowo.

Untuk diketahui pemilu presiden bakal dilakasanakn pada tanggal 9 Juli mendatang dan diikuti oleh dua pasangabn kandidat yaitu Prabowo Subianto mengikuti pemilihan presiden berpasangan dengan Hatta Rajasa sebagai calon wakil presiden. Keduanya mengikuti Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2014 dengan dukungan dari Partai Gerindra, Partai Amanat Nasional, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Persatuan Pembangunan, dan Partai Golkar.

Sementara pasangan Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla maju dengan dukungan dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Nasdem, Partai Hanura, dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia. (TAR/JKS).