Kardaya: Indonesia Itu Miskin Minyak, Jangan Sombong!

12
562
Ilustrasi/Net
Ilustrasi/Net
Ilustrasi/Net

JAKARTASATU — Ketua Komisi VII DPR RI, Kardaya Warnika mengatakan bahwa kondisi Iklim investasi adalah kondisi finansial dan ekonomi dalam suatu negara yang dapat mempengaruhi individu atau institusi bisnis untuk mau mengeluarkan uangnya dengan tujuan berinvestasi di negara tersebut.

Iklim investasi dipengaruhi oleh beberapa hal yang cukup penting. Para investor kelas dunia, menurut Kardaya sangat memperhatikan faktor-faktor seperti kesejahteraan masyarakat di suatu negara yang dimaksud, keamanan, dan infrastruktur. Selain itu, para investor juga pasti akan memperhatikan hal yang paling vital dalam jika ia akan berinvestasi dalam sektor migas di suatu negara yaitu seberapa besar potensi migas yang ada di negara tersebut. Bagaimana pemegang keputusan atau stakeholder dalam sektor migas ini mengelola potensi tersebut.
“Para investor kelas dunia yang cerdas sudah pasti memperhatikan faktor-faktor tersebut. Apalagi mengenai seberapa besar potensi migas di Indonesia. Mana ada investor yang mau asal keluar duit tanpa tahu seberapa besar potensinya,” ujar Kardaya ketika menjadi salah satu pembicara dalam Executive Luncheon Seminar dengan tema ‘Perbaikan Iklim Investasi di Sektor Industri Hulu Migas dan Ketahanan Energi Nasional yang diadakan Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta di Hotel Four Season, Jakarta (11/12/14).
Untuk itu, Kardaya menambahkan, para desicion maker dalam sektor migas ini harus secara transparan memaparkan besaran potensi migas di Indonesia. Karena investor luar menurut penilaian Kardaya sangat tidak menyukai segala sesuatunya yang tidak pasti. Sedangkan di Indonesia, dalam pemaparannya selalu mencantumkan jumlah potensi minyak yang pasti dan yang tidak pasti (perkiraan). Padahal, Kardaya bilang, hal itu sama sekali tak ada manfaatnya.
2Menurut Kardaya, jika di bandingkan engan negara-negara penghasil minyak yang lainnya Indonesia dapat dikatakan miskin minyak.
“Cadangan minyak kita saja sekarang hanya 3miliar barel. Kita ini buka  negara yang kaya minyak. Gak usahlah cantumkan angka-angka yang tidak pasti itu. Makanya, para decision maker itu jangan sok kaya minyak. Menurut istilah Tuhan itu, jangan sombong.” Kata Kardaya. (YAS/GE)