DKI Targetkan 128 Kali Bersih pada 2015

0
614

banjirjakartaJAKARTASATU.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menargetkan 128 sungai di ibu kota akan bersih dari sampah pada tahun 2015 mendatang. Untuk mewujudkan target itu, Pemprov DKI Jakarta memasang trap portable atau alat penyaring sampah di seluruh permukaan kali serta merekrut ribuan masyarakat di bantaran sungai sebagai petugas kebersihan.

Kepala Unit Pengelola Teknis (UPT) Penanganan Sampah Badan Air Jalur dan Taman DKI, Budi Karya mengatakan, sejauh ini pihaknya sudah merekrut sebanyak 1.600 orang sebagai petugas kebersihan. Masyarakat yang direkrut dari bantaran kali menjadi tenaga honorer itu diupah Rp 80.252 ribu per hari.

Ke-1.600 petugas kebersihan tersebut mempunyai tiga fungsi, yakni sebagai pemungut sampah, penjaga sampah di kali, dan sebagai juru kampanye larangan membuang sampah di kali. “Kita targetkan rekrut 3.100 orang. Sebab dengan tenaga hanya 1.600 orang, kita hanya bisa bersihkan 100 dari 300 ton sampah per hari,” katanya saat dihubungiberitajakarta.com, Kamis (3/4).

Untuk memudahkan para petugas kebersihan menjalankan tugasnya, kata Budi, pihaknya memasang 120 trap portable yang bisa dipindahkan sesuai kebutuhan. Sehingga apabila sampah di Kali A sudah bersih, trap portable tersebut bisa dipindahkan mereka ke Kali B dan seterusnya.

“Selama ini sampah banyak di kali karena kurangnya kesadaran masyarakat setempat. Karena itu, kami berdayakan mereka yang tinggal di bantaran dengan gaji Rp 80.252 ribu per hari,” ucapnya.

“Kita juga pasang tiga excavator di hulu dan hilir Banjir Kanal Timur (BKT) dan di Manggarai,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Budi, ke depan pihaknya juga berencana membeli lima excavator amphibi yang dapat mengeruk sampah hingga ke dalam lumpur. Bersamaan dengan itu, juga akan ada penambahan perahu styrofoam keranjang sampah dari 150 unit menjadi 500 unit.

“Kami yakin pada 2015 mendatang sampah di kali akan bersih. Jika ada akan kami keruk, dan terus kami keruk. Paling nanti hanya ada sampah darat dari pepohonan dan kertas, serta organik lainnya yang tertiup angin jatuh ke kali,” tandasnya. (bj/JKSC)