Mundur Dari PAN, Ini Alasan Goenawan Mohamad

0
1448
Foto : Istimewa
Foto : Istimewa
Foto : Istimewa

JAKARTASATU.COM – Budayawan terkemuka tanah air yang juga salah satu pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) Goenawan Mohamad secara resmi mengundurkan diri dari partai politik berlambang matahari terbit tersebut.

Goenawan tidak dapat menahan rasa kecewa mendalam setelah PAN menyatakan diri mendukung Partai Gerindra dan capresnya Prabowo Subianto dalam pemilu presiden (pilpres) pada tanggal 9 Juli mendatang.

Menurut Goenawan, PAN sudah melenceng dari tujuan awal dan semakin oportunis dalam pemilihan umum legislatif (pileg) dan pemilihan presiden 2014.

Berikut isi surat Goenawan Muhammad:

Ketika saya, bersama teman-teman secita-cita mendirikan PAN di awal Reformasi, saya berharap ikut menyumbang perbaikan semangat dan mutu kepartaian Indonesia yang sudah dirusak oleh Orde Baru. PAN adalah kelanjutan dari gerakan prodemokrasi yang melawan kekuasaan otoriter Jenderal Soeharto.

Semenjak Soeharto jatuh, kami ingin membangun sebuah partai yang punya platform politik yang jelas untuk diperjuangkan ke arah demokrasi yang lebih luas, kebhinekaan yang lebih hidup, dan kesejahteraan yang lebih merata. Dalam sejarahnya, PAN pernah berusaha ke arah itu.

Tetapi makin lama, ia makin tak memandang politik sebagai perjuangan. Makin lama politiknya hanya hasrat mengukuhkan posisi dalam struktur yang ada dan untuk memperoleh jabatan yang empuk bagi elitenya. Hal ini memang jadi tabiat partai-partai lain di Indonesia sekarang. Tapi seharusnya PAN mencoba memperbaiki keadaan itu.

Tetapi tidak. Akhirnya, dalam pemilihan umum dan pemilihan presiden 2014, PAN makin terseret ke dalam oportunisme. Yang diupayakannya hanyalah agar ketua umum dapat jabatan wakil presiden. Untuk itu ia bersedia mendukung kekuatan yang di masa Orde Baru ingin memadamkan gerakan pro-demokrasi, antara lain dengan KEKERASAN.

Selama ini, meskipun dengan kekecewaan, saya tetap menjadi anggota PAN dan membayar secara teratur iuran keanggotaan. Tetapi kali ini saya tidak punya harapan lagi. Saya menyatakan berhenti dari keanggotaan partai. (TR/JKS).