Sejak Era Reformasi, Golkar Selalu Alami Dualisme Pendapat Dalam Pilih Pemimpin

0
665
Foto : Istimewa
Foto : Istimewa
Foto : Istimewa

JAKARTASATU.COM – Menteri Perindustrian yang juga kader Partai Golkar MS. Hidayat mengatakan partainya tidak pernah solid dalam mendukung calon pemimpin bangsa. Meskipun DPP Golkar sudah memutuskan mendukung calon presiden (capres) tertentu, namun tidak semua kader menjalankan keputusan tersebut.

Hidayat menjelaskan fenomena tersebut nampak jelas dalam pilpres kali ini. Secara resmi DPP Partai Golkar telah memberikan dukungan politik kepada pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Namun sebagian kader partai secara tegas menolak mendukung Prabowo dan mengalihkan dukungan kepada pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK). Dukungan ganda yang ditunjukkan Golkar terjadi sejak era reformasi hingga kini.

“Kalau anda amati, sejak reformasi, Partai Golkar selalu alami dualisme pendapat untuk memilih seorang pemimpin. Partai Golkar setiap menghadapi pilpres, setiap 5 tahun tidak 100 persen solid mendukung keputusan partai,” kata Ketua DPP Partai Golkar, MS Hidayat di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa.

Dikatakan Menteri Perindustrian itu, apa yang dilakukan oleh kader muda Golkar yang mendukung Joko Widodo-Jusuf Kalla tak akan mampu dicegah oleh DPP Partai Golkar. Karena itu ia menyarankan kepada DPP Partai untuk melakukan cara-cara akomodatif untuk menyelesaikan persoalan dukungan kader muda kepada pasangan Jokowi-JK.

“Kalau kemudian ada upaya dari kader muda Golkar mendukung pasangan lain, hal itu tidak bisa dicegah. Pemberian sanksi pun juga tidak akan mengubah sikap tersebut. Sekarang ini, bagaimana DPP PG mengelimir hal tersebut dengan mengajak komunikasi kader-kader muda,” tutupnya (ANT/JKS).