IPW : Cegah Konflik Horizontal Dalam Pilpres, Polri Harus Maksimalkan Peran Intelejen

1
791
Foto : Istimewa
Foto : Istimewa
Foto : Istimewa

JAKARTASATU.COM – Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S. Pane mengapresiasi pengerahan 32.000 personil aparat gabungan (TNI-Polri) oleh Polda Metro Jaya dalam rangka pengamanan pelaksaksanaan pemilu presiden (pilpres).

Neta  menilai pengerahan puluhan ribu aparat keamanan untuk menjaga Jakarta adalah suatu kewajaran. Sebab, DKI Jakarta merupakan ibukota negara yang dijadikan barometer keamanan nasional.

“Sejauh ini situasi Kamtibnas di Jakarta dan diberbagai seluruh Indonesia menjelang pemilu presiden masih kondusif. Dan belum nampak adanya gangguan keamaman dalam skala massif,” kata Neta saat dihubungi Jakartasatu.com, Jakarta, Rabu (21/5).

Namun demikian Neta meminta kepada aparat keamaman untuk bertindak sigap, preventif dan tidak lengah dalam menghadapi situasi keamanan menjelang pilpres. Salah satu langkah yang dapat ditempuh oleh aparat keamanan adalah dengan mengoptimalkan peran petugas Kantibmas (Keamaman dan Ketertiban Masyarakat) hingga pelosok desa-desa di seluruh Indonesia.

Antisipasi dini atas potensi terjadinya konflik amat penting untuk dilakukan. Sebab dalam pilpres kali ini hanya diikuti oleh dua pasang kandidat saja yang sama-sama berharap bisa unggul dan menang dalam pilpres kali ini.

“Artinya pertarungan mereka akan lebih panas dan bisa menjadi pertarungan hidup dan mati. Situasi ini bisa membuat eskalasi politik berjalan dengan cepat dan benturan antar pendukung berpeluang terjadi. Atas dasar itulah Polri perlu melakukan deteksi dini guna mencegah konflik antar pendukung,” tutupnya. (JKS/MARCOPOLO).