Boko Haram Kembali Menggila, 35 Warga Sipil Tewas ditembak

3
642
Foto : Istimewa
Foto : Istimewa
Foto : Istimewa

JAKARTASATU.COM, NIGERIA – Setelah menculik ratusan siswi kelompok militan di Nigeria, Boko Haram kembali menggila. Kali ini kelompok radikal bersenjata tersebut melakukan penyerangan ke tiga desa di negara bagian Borno. Dalam serangan tersebut sebanyak 35 orang warga sipil tewas akibat diberondong peluru.

Puluhan pria bersenjata Boko Haram yang mengenakan seragam militer menyerbu Desa Gumushi, Amuda, dan Arbokko dengan berkendaraan truk dan sepeda motor, menembaki para warga serta melempari rumah-rumah dengan bom bensin, katanya.

“Boko Haram menyerang ketiga desa itu pada Rabu pagi hingga menewaskan 35 orang, termasuk 26 warga Gumushi. Para pemberontak melemparkan bom-bom bensin ke rumah penduduk dan memenbaki warga dengan membabi buta kata seorang pejabat militer di ibukota Maiduguri kepada AFP, Jum’at (30/5).

Ia mengatakan pria-pria bersenjata tersebut menyerbu Gumushi sekira pukul 06.00 waktu setempat dan menewaskan 26 orang.  Para saksi mata mengatakan kelompok bersenjata itu juga melancarkan serangan secara terkoordinasi terhadap desa-desa di sebelahnya, yaitu Amuda dan Arbokko, yang berada 125 kilometer dari Maiduguri.

“Para penyerang datang sekira pukul 02.00 pagi ketika orang-orang sedang tidur dan mulai melemparkan bom-bom molotov ke rumah-rumah yang kemudian mengalami ledakan dan terbakar,” kata warga bernama Pirda Takweshe kepada AFP.

“Mereka kemudian melancarkan tembakan ke arah orang-orang yang berlarian dari rumah mereka hingga menewaskan sembilan orang dan melukai 13 lainnya”.

Boko Haram yang memiliki arti “pendidikan Barat dilarang”, telah meningkatkan serangan-serangan mereka yang mematikan di Nigeria timur laut dalam beberapa bulan terakhir ini. Boko Haram sendiri melakukan aksi kekerasan sejak tahun 2009. Selama empat tahun beraksi banyak warga sipil tak berdosa tewas akibat serangan kejam para ekstrimis yang berkeinginan mendirikan sebuah negara Islam di kawasan utara Nigeria. (ANT/JKS).