Hendi Prio Santoso Dirut PGN Dinilai Paling Bersih, Cocok Jadi Dirut Pertamina

1
2110

JAKARTASATU.COM — Makin panas bursa calon Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina (Persero) yang akan duduk menggantikan Galaila Karen Agustiawan atau akrab dipanggil Karen. Kini menyeruak nama-nama tampil kepermukaan.

Apalagi waktunya hanya tinggal satu bulan. Karena 1 Oktober resminya Karen menyatakan mundur. Di tengah transisi kepemimpinan nasional pun nama-nama kandidat makin muncul.

Penganti Pertamina Satu ini memang jadi rebutan dan usulan datang dari mana-mana untuk jabatan direktur utama perusahaan pelat merah itu.

Nama orang yang potensi didalam Pertamina disebut-sebut Hanung Budya Yuktyanta (Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina), ada juga yakni Emirsyah Satar (Dirut PT Garuda Indonesia Tbk), Irnanda Laksanawan (mantan Komisaris Pertamina), dan Henky Triharyo Susilo (mantan Wakil Komisaris Utama Pertamina).

Sumber GeoEnergi di lingkaran Pertamina dan Perusahaan Gas bahkan menyebutkan ada nama lain yang disebut diantaranya Hendi Prio Santoso Direktur Utama PT. Perusahaan Gas Negara (PT. PGN) Hendi Prio dikenal berhasil membawa PT. PGN dengan kinerja bagus dengan membukukan laba bersih tahun 2011 sebesar Rp. 5,93 Triliun.

Hendi Prio adalah alumnus BBA Keuangan dan Ekonomi Universitas Houston, Texas, Amerika Serikat. Hendi Prio  bahkan telah banyak melakukan terobosan kini  berencana untuk membangun infrastruktur ke seluruh wilayah dengan membuat seperti jalur atau jalan tol bagi gas dari ujung Sumatera sampai Bali lewat pipa. Beliau juga bekerja sama dengan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo untuk menangani masalah bahan bakar gas bus Trans Jakarta.
Sumber itu menambahkan, Nama Hendi bisa jadi pertimbangan karena Jokowi Presiden Baru punya rencana Tol laut. Hendi paham dan sangat menguasai soal Gas

“Beliau juga sangat kuat dan mampu menjadi leader,”jelas sumber itu.
Jika dilihat calon kuat lainnya adalah Direktur Niaga dan Pemasaran Pertamina Hanung Budya. Misalnya, Hanung juga menyimpan kontroversi. Maklum, dia adalah mantan Direktur Utama Pertamina Energy Limited (Petral) yang sarat kontroversi, terutama soal impor minyak. Nama Emirsyah Satar, Direktur Utama  Garuda Indonesia, cocok  untuk menduduki Dirut PT Pertamina (Persero),” ujar pengamat ekonomi energi Fahmi Radhi dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Senin (26/8/2014).

Nama Emir sempat disebut-sebut diduga terlibat korupsi oleh aksi Gerakan Mahasiswa Peduli Rakyat Indonesia (GEMPUR) kepada Seluruh Rakyat Indonesia untuk menangkap dan seret Dirut Garuda Indonesia Emirsyah Sattar dan istrinya Sandrina Abubakar pada hari Selasa tanggal 6 Mei 2014.

Diduga Emirsyah Sattar dan istrinya Sandrina Abubakar melakukan tindakan korupsi pada Garuda Indonesia. Demikian laporan GEMPUR

Massa menuntut KPK untuk menangkap Dirut Garuda Indonesia Emirsyah Sattar dan orang dekatnya, Junaidi, karena terindikasi melakukan korupsi dalam transaksi pembelian 11 Pesawat Jenis Boeing dan Airbus sebesar US$ 1,7 milyar via ICBC Limiten China. Menurut koordinator aksi Mato Mony, dalam pembelian itu, ES menerima komisi sebesar US$ 55 juta atau Rp 650 milyar.

“Ada lagi kasus korupsi Emirsyah Sattar dan Junaidi dalam transaksi pengadaan pesawat Baling Turboprop jenis ATR sebanyak 25 Unit sebesar US$ 870 juta. Emirsyah diduga terima kic back sebesar US$ 25 juta,” kata Mony di depan gedung KPK seperti dilansir VoA-Islam.com

Selain Emir, sejumlah nama  dari luar Pertamina yang meramaikan bursa calon Dirut Pertamina juga terdapat nama beken seperti Ignatius Jonan (Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia),  dan RJ Lino (Direktur Utama Pelabuhan Indonesia).

Tokoh-tokoh tersebut  dinilai banyak kalangan telah berhasil melakukan transformasi di BUMN yang dipimpin. Jonan misalnya telah berhasil mengubah citra KAI, menjadi  perusahaan transportasi terdepan dan meningkatkan kinerja secara signifikan. Begitu pula Lino, yang telah berhasil mengubah Pelabuhan  Indonesia sebagai pelabuhan kelas dunia.

Prestasi tersebut diharapkan bisa menjadi modal untuk memimpin Pertamina yang telah mentargetkan pada 2025 produksinya setara dengan 2.2 juta barel per hari, dengan pendapatan USD200 miliar dan keuntungan USD40 miliar.

Untuk semua yang disebut memang nama yang bisa dibilang clean and clear adalah nama Hendi Prio Santoso. Namun apakah Hendi berminat?

“Kalau ditugaskan nampaknya Hendi harus bisa dan ia mampu akan menjalankan semuaitu,”tutup sumber GEO ENERGI tadi.(GEO/JKST)

Facebook Comments