Hanura Minta Jokowi Tidak Tunjuk Menteri Bergaya Saudagar

0
813
sumber foto : Merdeka.com
Sumber Foto : Merdeka.com
Sumber Foto : Merdeka.com

Jakartasatu.com  – Ketua DPP Partai Hanura, Wishnu Dewanto, meminta kepada Presiden terpilih Joko Widodo agar tidak menunjuk menteri bergaya saudagar di kabinetnya selama lima tahun kedepan.

Menurut dia, sepatutnya Jokowi memprioritaskan, figur yang siap berkorban, bukan sebatas menyumbangkan pemikirannya semata. Kemudian, figurnya berkarakter berbeda dari kabinet yang sebelum-sebelumnya. Sehingga, kecepatan capaian pemerintah bisa teraih.

“Kalau capaiannya lebih lama, itu bukan terobosan,” katanya saat dihubungi wartawan di Jakarta, Selasa, 16 September 2014.

Agar pemerintahan mendatang berjalan efektif dan efisien, menurut Ketua Umum PP Pemuda Hanura ini, Jokowi juga harus memilih figur yang memiliki kompetensi berbasis kinerja, baik dari kalangan profesional murni maupun profesional dari partai politik.

“Jangan lagi lemah dalam program kerjanya. Jadi, tidak seindah aslinya,” jelasnya.

Untuk mengetahui itu, kata Wishnu, Jokowi harus melihat rekam jejak figur tersebut saat berada di partai ataupun organisasi masyarakat. Sebab, saat bergelut di suatu organisasi, seseorang mendapat kematangan, baik secara organisasi, personal, kemampuan, hingga pengalaman.

“Satu lagi, mereka harus bisa menjaga pemerintahan ini di tengah masyarakat. Artinya, harus seritme.”

Dia mencontohkan dengan sikap Jokowi yang menolak pemerintahan mendatang tak memakai Mercedes Benz sebagai kendaraan dinas. “Di saat Jokowi sederhana, kebijakan itu muncul. Itu bisa jadi ruh kabinet yang mencerminkan semangat yang mengedepankan efisiensi. Sehingga, capaiannya cepat terealisasi.”

Kemudian, Wakil Komite Tetap Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bidang Infrastruktur ini mengatakan, para menteri tersebut juga harus mampu menunjukkan capaian konkret yang bisa dipahami seluruh kalangan masyarakat.

“Artinya, kebijakan, harus berorientasi meningkatkan sumberdaya manusia, karena persaingan ke depan. Sebab, komunitas global sebelumnya sepakat dengan adanya perdagangan bebas. Misalnya, Masyarakat Ekonomi ASEAN pada 2015. Jadi, ini kan bukan hanya pada saat kita persiapkan infrastruktur saja.”tambah Wishnu

Dengan demikian, dia mengatakan, tak perlu ada dikotomi antara profesional murni dengan yang berasal dari parpol.

“Terlepas itu, Hanura sebagai parpol yang sejak awal mengusung Jokowi-Jusuf Kalla, tetap akan menghormati keputusan yang diambil Jokowi selaku presiden terpilih,” pungkasnya. (jks/egi banderas).