Progres98: Banci, ini BH untukmu Samad……Kapan Periksa Megawati dan Jokowi?

6
1053

progres98JAKARTASATU — Progres98 kembali menyambangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (3/10/2014). Kali ini Progres membawa sebuah dokumen untuk melengkapi bukti dan data terkait kasus korupsi Joko Widodo – Megawati Soekarnoputri dalam beberapa kasus. Intinya dua orang ini bermasalah. Yang satu mantan Presiden yang satu lagi mau jadi Presiden.

Yang menarik, puluhan aktivis Progres98  kali ini membawa ibu-ibu  dan menyerahkan Bra (BH) untuk diberikan kepada  Abraham Samad, Bos  KPK.

Itu sebagai simbol untuk mengingatkan para Komisioner KPK, apakah masih memiliki punya rasa malu karena tidak berani mengusut kasus Jokowi – Mega, jangan Banci karena janji akan periksa Megawati setelah lebara tidak terbukti.

Dalam kesempatan itu, Ketua Progres 98, Faizal Assegaf menyampaikan orasinya di depan pintu masuk gedung KPK. Berikut petikannya :

“Kami Progres 98 datang ke KPK untuk menagih janji Abraham Samad yang mengatakan sehabis lebaran akan mengusut kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang melibatkan Megawati Soekarnoputri. Saya merasa ada sebuah kekuatan yang menghalau upaya pemberantasan korupsi, ada tebang pilih, ada diskriminasi hukum, ada kepentingan politik untuk melindungi Joko Widodo alias Jokowi dan Megawati alias si Ratu Kebal Hukum.”

“Kami letih dengan permainan hukum yang bersifat politis, rakyat capek dengan cara-cara kalian melindungi koruptor. KPK hanya berani menangkap pribumi, kalian hanya berani menangkap koruptor kecil, kalian telah memastikan calon presiden (Jokowi) untuk terbebas dari masalah korupsi. Poin buku putih yang kalian buat sebelum pilpres sama sekali tidak mengoreksi dugaan korupsi yang melibatkan Jokowi – Jusuf Kalla. Hari ini kami datang dengan membawa analisa bukti-bukti dokumen yang ditulis 12 halaman yang menjelaskan secara rinci, paling tidak menjelaskan bahwa fakta-fakta rekening gendut, rekening siluman Jokowi di beberapa negara adalah kebenaran yang tidak bisa dinafikkan.”

photo 3 (4)“Apa mungkin KPK membiarkan koruptor menjadi presiden, masuk istana, koruptor memimpin negeri ini? Saya yakin KPK tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Oleh sebab itu, kami datang membawa bra, celana dalam sebagai simbol untuk mengingatkan kalian, masih punya rasa malu atau tidak? Setiap aksi yang menantang korupsi Jokowi – Mega kalian senantiasa mengatakan aksi bayaran, sungguh luar biasa.”

“Sekarang kita ingin buktikan, kami datang atas partisipasi individu, tidak ada yang menunggangi kami. Kami inginkan kejelasan rekening siluman milik Jokowi. Kita akan melengkapi bukti-bukti dan data buat KPK. Data-data yang berupa rekening yang sudah masuk kepada anda (Abraham Samad). Kenapa anda tidak menjelaskan kepada publik? Kami menantang anda, kalau rekening itu palsu silahkan buktikan, tapi kalau rekening itu asli dan benar maka sampaikan kepada publik. Calon presiden yang akan dilantik pada 20 Oktober nanti adalah calon koruptor, calon pendusta, boneka asing dan memiliki kepentingan besar, membawa kepentingan-kepentingan internasional untuk menguasai kekayaan sumber daya alam.”

“Hai Abraham Samad, Anda kan mengatakan setelah lebaran akan memanggil Megawati. Kenapa anda tidak lakukan? Kenapa semua orang tidak bertanya atas kebohongan Abraham Samad? Pada tanggal 5 Oktober nanti lebaran qurban, akan ada alasan apa lagi? Begitu kebal hukumnya, begitu hebatnya Megawati sehingga dia tidak tersentuh oleh penegakan hukum lembaga KPK yang kita hormati, yang kita harapkan dan seluruh rakyat harapkan. Saya yakin anda mengetahui kedatangan kami. Kami masih percaya di sini (KPK) masih ada kebenaran.”

“Kami percaya kalian masih memiliki nurani. Tapi kami yakin, ketika kalian mengabaikan rasa keadilan rakyat, tunggu waktunya, rakyat akan marah dengan caranya. Maka jadilah Komisioner yang benar, jadilah Komisioner yang peduli dengan rasa keadilan, jangan jadi Komisioner yang membela kepentingan cukong, jangan membela kepentingan koruptor, bersandiwara dengan kasus-kasus segala sandiwara akrobat publik. Seolah-olah KPK bukan lagi lembaga penegakan hukum tapi lembaga penyiaran popularitas lima Komisioner. Saya dan kawan-kawan datang kesini tidak mau bicara banyak, hanya ingin melengkapi 12 rangkuman untuk menjelaskan secara rinci tentang skandal rekening siluman Jokowi.”

“Tim investigasi kita bekerja dan membuka secara detail dan hari ini kita buka dan berikan sekarang kepada kalian (KPK). Kita berharap kalian bisa membacanya, membacanya dengan jelas, dengan pikiran yang objektif, dengan jernih lalu kemudian menyampaikannya kepada publik bahwa ada kejahatan yang dilakukan oleh Jokowi. Saya menegaskan lembaga penegakan korupsi tidak boleh ditunggangi oleh kepentingan apapun !!!” Kata Faizal dalam orasinya di gedung KPK, Jumat (3/10/2014).

Dikabarkan juga bahkan, putri Bung Karno, Rachmawati Soekarnoputri, juga ikut mengomentari pernyataan Samad yang bohong itu. Bagi Rachma, penegasan Abraham Samad tersebut semakin menunjukkan KPK tebang pilih dalam menegakkan hukum. “Ungkapan Ketua KPK tentang adanya indikasi Ketua DPR terpilih dengan kasus hukum lebih memperjelas posisi KPK yang tebang pilih dan sinyalemen adanya ‘pesanan’ agar kasus Jokowi dibungkam. Kalau Ketua KPK menyesalkan Ketua DPR, bagaimana kalau presiden terpilih terkait masalah hukum dan sudah dilaporkan ke KPK berulang kali?” ujar Rachma, Kamis (2/10). Rachma memang telah melaporkan kasus dugaan korupsi yang dilakiukan Jokowi dan juga kakaknya, Megawati Soekarnoputri.

KPK atau khususnya Abraham Samad sendiri sejauh ini belum pernah menyinggung dugaan keterlibatan Jokowi tersebut setelah dinyatakan sebagai presiden terpilih. Padahal, Jokowi sendiri pernah mengatakan, terkait kasus dugaan korupsi bus karatan TransJakarta, sudah melaporkan ke KPK dan kemudian pihak KPK membantah kebohongan Jokowi itu. (JALU/JKST)