Menteri dan Gubernur ini Adu Cangkem Tak Becus Kerja

0
769

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menilai aneh sikap Menteri Perhubungan (Menhub) Ignatius Jonan yang menolak usulannya agar pengelolaan terminal tipe A dikelola Pemprov DKI.

Menurut Ahok, sudah sepatutnya pengelolaan terminal angkutan antar kota, antar provinsi (AKAP) ada di dibawah Pemprov DKI mengingat Undang-Undang Kekhususan yang dimiliki Jakarta.

Lagi pula sambung dia, hingga kini pun Kemenhub tidak mengurusi terjadinya kesimpangsiuran pengangkutan penumpang oleh bus-bus yang ada. Seperti contoh di Terminal Kampung Rambutan. Tidak sedikit bus AKAP yang masih nakal mengangkut menurunkan penumpang di jalan. Bahkan banyak pula yang sengaja ngetem.

“Kamu lihat gak, dampaknya di Pasar Rebo? Pasar Rebo itu semua bus-bus yang ngetem itu bisa gak kamu cabut izinnya? Gak bisa. Kemenhub cabut izin gak? Enggak juga,” ujar Ahok di Balai Kota Jakarta, Senin (6/06/2016).

Menurut Ahok, banyak lagi persoalan yang justru berantakan ketika di bawah kewenangan pusat. Seperti contoh soal pengelolaan jalan, dan sungai yang kerap berbenturan ketika hendak dilakukan penanganan.

“Jadi nih kacau balau kalau terlalu banyak wewenangan dipegang oleh pusat. Makanya kita ajukan. Tapi secara Undang-Undang jelas memang kewenangan pusat,” ungkapnya.

Seperti diketahui Jonan sempat menyinggung permintaan Ahok soal pengelolaan terminal tipe A saat memaparkan rencana Kementerian Perhubungan hingga 2019 kepada peserta Rapat Pimpinan PT Pelni (Persero) di Bogor, Sabtu (4/6/2016), pekan lalu.

Ketika memaparkan rencana pengembangan perhubungan darat, Jonan menuturkan, menurut Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, pengelolaan terminal penumpang tipe A dikembalikan ke pemerintah pusat.

“Kemarin Pak Gubernur Jakarta, saya baru baca suratnya, bilang minta semua terminal tipe A di DKI itu, Kampung Rambutan, Pulogadung, Kalideres, boleh tidak dikelola DKI? Saya langsung perintahkan bikin surat jawaban. Jawabannya enggak boleh,” kata Jonan.

Jonan lantas bertanya kepada peserta rapim Pelni, bagaimana penilaian mereka tentang kondisi terminal bus tipe A di DKI Jakarta saat ini. Jonan lalu menyampaikan penilaiannya sendiri, yaitu bahwa kondisi terminal bus tipe A di DKI Jakarta berantakan.

“Bandingannya apa (saya bilang berantakan)? Bandingannya stasiun saja. Saya cuma mau terminal bus itu sama tertibnya dengan stasiun kereta. Itu saja. Gampang,” kata mantan bos PT KAI (Persero) itu. -rmn