Bawa Duit Rp100 Miliar, Jepang Bakal Investasi di Sektor Transportasi

0
717
Ilustrasi Transportasi Online (Foto/Tribunnews.com)

Jakartasatu.com – Banyak negara asing tertarik membenamkan modalnya di Indonesia, salah satunya negara Jepang. Negara yang identik dengan Bunga Sakura itu tertarik berinvestasi di bidang jasa pengurusan transportasi yang dipusatkan di empat kota besar Jakarta, Medan, Surabaya dan Makasar.

Kepala BKPM Franky Sibarani menyatakan bahwa total dana yang akan diinvestasikan Jepang ke dalam negeri sekitar Rp 100 miliar.

”Perusahaan sudah tahu terkait Daftar Negatif Investasi baru yang tercantum pada Peraturan Presiden Nomor 44 Tahun 2016, mereka mengikuti perkembangan di Indonesia tahu potensi-potensi yang ada. Ini yang meyakinkan kami bahwa perusahaan serius untuk merealisasikan investasi mereka,” ujar Franky dalam keterangan kepada persnya belum lama ini.

Franky melanjutkan masuknya dana asing ke dalam negeri tentu saja sejalan dengan program kerja yang tengah dicanangkan pemerintah dalam sektor infrastruktur. Dengan demikian ia berharap masuknya dana asing tersebut dapat membuka peluang kerja lebih banyak di tanah air.

”Semakin terbukanya peluang berusaha di Indonesia, semakin banyak juga minat investasi yang bisa diterima. Terutama untuk sektor transportasi laut ini sangat mendukung sektor prioritas pemerintah,” lanjut Franky.

Untuk diketahui berdasarkan data BKPM, pertumbuhan komitmen investasi Jepang masuk dalam 10 negara prioritas pemasaran yang pada tahun 2015 naik 40 persen diatas pertumbuhan komitmen investasi PMA yang hanya 29 persen. Posisi Jepang berada di peringkat ketiga dengan pertumbuhan 95 persen mencapai 8,1 miliar Dolar Amerika Serikat (AS).

Sedangkan realisasi investasi Jepang di Indonesia pada tahun 2015 mengalami peningkatan sebesar 6 persen dibandingkan periode 2014. Realisasi investasi Jepang tercatat sebesar 2,87 miliar Dolar AS, dengan total proyek 2.030 proyek serta menyerap 115.400 tenaga kerja. Kontribusi utama investasi Jepang masih didominasi oleh sektor manufaktur, khususnya sektor otomotif, elektronika dan permesinan, serta sektor kimia dan farmasi.