Boy Hengkang dari PDIP, Gerindra Untung?

0
699
Boy Sadikin

Hengkangnya Boy Bernardi Sadikin dari PDI Perjuangan untuk memimpin tim pemenangan Sandiaga Uno dinilai memberi keuntungan bagi Partai Gerindra, karena Boy dinilai mempunyai basis massa produktif untuk meraup suara di Jakarta.

“Massa Boy di Jakarta hampir dapat dipastikan ikut Boy yang saat ini di belakang Sandi. Kelihaian itu pun dibuktikan Boy untuk mengantarkan kursi kemenangan buat Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Pilkada DKI 2012 lalu,” ujar pengamat politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio saat dihubungi, Jumat (23/9/2016).

Mundurnya Boy dari keanggotaan PDIP, kata Hendri, disebabkan tidak sejalan dengan keputusan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri terkait pencalonan petahana Ahok.

“Ketika memutuskan mundur, sebagai seorang politisi, Boy pasti membutuhkan wadah untuk menyalurkan hasrat politiknya,” terang Hendri.

Kendati demikian, dijelaskan Hendri, keuntungan yang sesungguhnya bagi Gerindra, masih harus menunggu putusan poros koalisi Gerindra-PKS untuk mengumumkan secara resmi siapa sosok yang akan dipasangkan dengan Sandiaga.

Pasalnya, bisa dipastikan bahwa Gerindra tak lagi sebagai pesaing kuat bagi PDIP mengingat terpecahnya koalisi kekeluargaan dengan terbentuknya poros ketiga antara Demokrat, PKB, PPP, dan PAN.

Selain itu, sambung Hendri, licinnya Boy di kancah politik Jakarta kemungkinan besar akan menjadi sepenggal kisah lalu. Berdasarkan hasi survei KedaiKOPI (Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia) menyebutkan bahwa 76 persen warga Jakarta bakal menentukan sendiri pilihan politiknya di Pilkada DKI 2017 mendatang.

“Artinya, belum tentu massa Boy juga memberikan suara untuk Sandi, dan belum tentu juga massa PDIP memberikan suaranya untuk Ahok,” ungkap Hendri. |rmn