Jakartasatu.com – Inilah komplotan penipu yang mencatut nama PT Pupuk Sriwidjaja Palembang. Modus yang dilakukan komplotan tersebut adalah dengan mengirimkan email kepada korban yang berisi jika korban telah lolos seleksi tahap awal administrasi dan akan mengikuti tahapan tes selanjutnya berupa tes tertulis dan kesehatan yang akan dilaksanakan di Palembang di kantor PT Pupuk Sriwidjaja.

Korban penipuan kali ini sebut saja namanya Mawar. Kepada redaksi mawar bercerita jika dirinya menerima email dari akun “PT Pupuk Sriwidjaja”. Dalam email tersebut berisi dokumen yang isinya meminta kepada mawar untuk melengkapi berkas dan dokumen penunjang guna mengikuti tes di tahapan selanjutnya.

Kronologis penipuan di mulai ketika oknom yang tidak bertannggung jawab dan mengatasnamakan diri sebagai HRD PT Pupuk Sriwidjaja itu mengrim dokumen ke dalam akun email milik mawar. Dalam akun email itu tertera dokumen yang berisikan jika mawar telah lulus seleksi tahap administrasi dan akan mengikuti tes tertulis dan wawancara di PT Pupuk Sriwidjaja yang akan dilaksanakan pada tanggal 1 hingga 3 Oktober 2016.

Setelah itu mawar diminta menghubungi pihak panitia yang bernama Pak Yusuf dengan nomor telepon 0852 1113 3261. Setelah menghubungi Pak Yusuf yang mengatasnamakan diri sebagai HRD pupuk Sriwidjaja kemudian mawar diminta menghubungi agen biro perjalanan bernama “Bedir Tour dan Travel”.

Kemudian mawar menghubungi biro perjalanan Bedir dan Tour atas nama Hardiansyah dengan nomor telepon 0821 1329 6197. Setelah dikontak kemudian mawar diminta mentransfer uang dengan besaran Rp 2.800.000 dengan rincian uang tiket pesawat pulang pergi dari Jakarta-Palembang dan sebaliknya sebesar Rp 1.500.000 dan sisanya digunakan untuk keperluan akomodasi dan penginapan.

Dana tersebut kemudian ditansfer ke rekening atas nama Sanitra dengan nomor rekening BRI 4827 01 016053 530. Begitu proses transfer uang ke rekening tuntas sontak nomor telepon kedua orang begundal komplotan penipu tersebut langsung tidak aktif dan tidak bisa dihubungi. Pesan singkat yang dikirimkan korban juga sama sekali tidak direspon oleh orang tersebut.

Mawar kemudian penasaran dan menghubungi koleganya yang bekerja di salah satu bank ternama untuk mengecek rekening atas nama Sanitra. Hasilnya diketahui jika Sanitra baru membuka rekening pada tanggal 5 September 2016. Sedangkan sisa kas saldo di dalam rekening Sanitra saat ini sebesar Rp 88.000. (Bhd)

Comments

comments