JAKARTASATU – Sedari Awal dimulai tgl 4 nopember kemarin dan dengan adanya issue sebelum tgl 4, Presiden kita Jkw terlihat begitu tidak seperti biasanya ?, ada apa sebenarnya itu ??

Kita harua Ingat dibalik suasana kebathinan seorang Presiden pilihan Rakyat Era Pemilu 2014 itu telah kehilangan filosofis “down to earthnya” selama ini, hal ini tidak lebih dikarenakan Cara berpikir politiknya telah berubah setelah menjadi Presiden yang tidak berdasarkan kekuatan sebuah Partai Politik , tidak tergantung elite Politik,sebuah kekuatan kepemimpinan baru yang tidak terkooptasi oleh Mahzab Politik Pragmatisme, karena memang ketika terpilih dan menjalankan pemerintahannya eskalasi dan resistensi utk masuk Dlm Alam Politik praktis sangat mempengaruhi kebathinan hingga merubah jatidiri yg sebelumnya penuh dengan percaya diri…

Jelas…! Sikap seorang Pemimpin yang memiliki dasar leadership yang kuat dan “seadanya”, yang paling penting rakyat, rakyat dan rakyat ( sebagai implementasi kerja, kerja dan kerja) telah hilang lenyap dimakan oleh ambisi yang menimbulkan rasa khawatir berlebihan…

Taukah anda seorg bayi yang tidak akan takut menyentuh api karena didasari ketulusan , sehingga suatu Hari tidak akan menyentuh api lagi juga akibat Keberadaan efeknya, berbeda dengan setelah dewasa melihat api saja takut (tanpa menyentuhnya)…disini terlihat ketulusannya masih perlu pengujian lagi…

Tindakkan yang begitu skeptis Atas kejadian pre/pasca tgl 4 nop, Sangat tidak menunjukkan sesuatu yang tidak Proporsional yang mengarah pada ketidak profesionalan…

Seandainya seperti bayi (tulus) atau kembali pada Jati dirinya, tidak ada salahnya sebelum tgl 4 Presiden melakukan “blusukkannya”, dan justru pada tgl 4 nop dimana umat Muslim menghantarkan diri ke depan istana hingga tidak perlu blusukkan , karena rakyatnya sendiri yang “memblusukkan” ke diri beliau , justru mr Presiden menghindar dan melakukan kunjungan kerja yg seharusnya itu adalah tugas “seorang manajer” atau Menteri Bahkan bisa juga sekelas Dirjen…

Jelang penyelesaian kasus penistaan agama selalu saja dikemeluti oleh takut/khawatir yang tidak tulus (seperti Analogi api terhadap orang dewasa). Bahkan lebih melakukan “show off Force” selaku Panglima tertinggi, dan mencoba melakukan counter mengadakan kekuatan Laskar NKRi (msh Dlm kerangka perkiraan saya akan kebenaranya) jelang rencana demo tgl 25 Nop dan kalau benar itu berarti semakin kuat praduga saya Presiden Jkw telah kehilangan titik momentum Atau Kuda-kuda Bahkan terkesan kehilangan “kuda-kuda”.

Apasalahnya bilamana keadilan bagi umat islam sebagian besar rakyat Indonesia dikedepankan ? Bukankah hal ini yg menjadi obyek Peristiwa yaitu Keadilan Hukum ? sebagai tujuan “negara hukum”atau Rechtstaat (psl 1 UUD45) lebih mengedepankan dibandingkan kekuasaan/Politik (Macht staat)?

Ada apa disekitarmu mr president ? Atau ini memang jatidiri bapak yang sesungguhnya ? Apa kekhawatiran bapak atas Ahok ,kalau saja tidak membela terlalu mendalam bukankah tidak akan timbul pemikiran politiktrackling? Dan pastinya kalaupun ada penunggangan akan lenyap dengan sendirinya dan pasti rakyat tau itu..!!

Taukah anda … justru kecurigaan atas penunggangan Politik atas kejadian ini sangatlah tidak beralasan dan justru anda telah memasuki areal yang telah dipersiapkan oleh “penunggang politik”?

Terimakasih
Anak Bangsa

Bob Hasan
13 November 2016 jam 6.50 Wib

Tulisan ini atas seijin penulis secara resmi kepada redaksi

Comments

comments