JAKARTASATU – Proyek ini berjalan sesuai target tujuh bulan dan sekitar 430 titik lampu yang terhubung setiap harinya. Instalasi kilat dari hampir 90.000 lampu jalan terkoneksi di seluruh kota merupakan langkah besar bagi Jakarta untuk menjadi kota pintar.

Philips Lighting (Euronext Amsterdam ticker: LIGHT), pemimpin global di bidang #@#encahayaan, hari ini mengumumkan pembaruan penerangan jalan umum di Jakarta. Proyek yang merupakan tonggak penting dalam mengubah Jakarta menjadi kota pintar. Proyek ini berjalan sesuai target tujuh bulan dan sekitar 430 titik lampu yang terhubung setiap harinya juga mencakup pembaruan dari hampir 90.000 lampu jalan LED hemat energi yang di klaim 50% lebih hemat. Sistem manajemen pencahayaan Philips CityTouch  ini sebagai proyek retrofit dan manajemen penerangan jalan jarak jauh tercepat di dunia.

Sejak diluncurkan pada tahun 2012, sistem penerangan jalan Philips CityTouch telah diimplementasikan pada lebih dari 700 proyek di 35 negara. Pemerintahan di seluruh dunia memprioritaskan penurunan penggunaan karbon dengan meningkatkan penerangan jalan umum melalui penggunaan pencahayaan terkoneksi hemat energi kami.

“Sistem ini dapat dipasang dengan cepat karena memiliki kemampuan jaringan nirkabel terintegrasi dan mampu memangkas waktu pemeliharaan karena setiap titik lampu dapat melaporkan status dan performanya masing-masing,” ujar Chandra Vaidyanathan, Presiden Direktur PT Philips Indonesia dalam temu media di Senayan City Jakarta Kamis (17/11/2016).

Meskipun pemasangan di Jakarta merupakan salah satu yang terbesar di dunia, teknologi Philips CityTouch dapat disesusaikan dengan berbagai skala instalasi dan memberikan keuntungan signifikan bagi proyek berukuran kecil atau menengah. Kombinasi dari luminer LED dan pemantauan jarak jauh menggunakan sistem manajemen pencahayaan Philips CityTouch  memungkinkan penghematan energi dan operasional.

img_20161117_121844img_20161117_115518“Sebenarnya hanya dua persen dari 300 juta penerangan jalan umum di dunia yang terkoneksi seperti ini. Pemikiran yang maju untuk menjadikan Jakarta kota pintar (smart city) akan menjadi pemacu di Asia Tenggara,” ujar Chandra.

Ditempat yang sama Kepala Dinas Kominfo dan Kehumasan DKI Jakarta, Dian Ekowati mengatakan beberapa tahun terakhir ini, kami fokus pada peningkatan layanan masyarakat termasuk juga penerangan jalan umum.

“Tujuan kami adalah menjadikan Jakarta sebuah kota pintar di mana semuanya terkoneksi, sehingga memungkinkan warga hidup lebih aman dan nyaman di kota yang cantik, baik di siang maupun malam hari,”ujarnya.

Dian juga kepada ENERGYWORLDINDONESIA (group MMG) mengatakan bahwa DKI juga sedang mengembangkan green energy untuk building dan juga sejumlah taman. “Semua ini akan coba kita wujudkan dan tentunya sesuaikan dengan regulasi yang ada atau yang akan kita sinergikan,”tambahnya usai terima plakat dari acara Philips Lighting Week 

Dian menambahkan saat bersamaan, kami yakin bahwa pencahayaan terkoneksi ini akan membantu kami. “Proyek ini bukan proyek pertama kami dengan Philips Lighting; sebelumnya kami sudah  pernah bekerjasama dalam berbagai proyek pencahayaan, termasuk menerangi Monumen Nasional Jakarta, Patung Selamat Datang di Bundaran Hotel Indonesia, serta berbagai area publik atau taman kota,” jelasnya

Dalam data bahwa lebih dari 9 juta penduduk Jakarta  yang merupakan salah satu kota dengan populasi terpadat dan memiliki pertumbuhan tercepat di dunia. Sebelum adanya proyek ini, penerangan jalan dan ruang publik hampir sepenuhnya bergantung pada teknologi pencahayaan konvensional yang tidak memiliki kemampuan pemantauan jarak jauh.

Dan keuntungan utama menggunakan Philips CityTouch adalah setiap titik lampu terkoneksi dan data kinerjanya bisa langsung dikirim melalui jaringan selular ke pengelola atau Dinas Perindustrian dan Energi (DPE). Data tersebut memungkinkan petugas memantau infrastuktur penerangan jalan secara efisien dan mengontrol tingkat pencahayaannya dari jarak jauh, untuk dapat disesuaikan dengan kebutuhan areanya. Misalnya pada malam hari, saat jumlah  kendaraan berkurang, DPE dapat meredupkan sinar lampu hingga 50%,  yang memberikan penghematan energi lebih jauh.

Meskipun pemasangan di Jakarta merupakan salah satu yang terbesar di dunia, teknologi Philips CityTouch dapat disesusaikan dengan berbagai skala instalasi dan memberikan keuntungan signifikan bagi proyek berukuran kecil atau menengah. Kombinasi dari luminer LED dan pemantauan jarak jauh menggunakan sistem manajemen pencahayaan Philips CityTouch  memungkinkan penghematan energi dan operasional. |AME/EWINDO

Jakartasatu.com adalah grup dari MMG -Meprindo Media Grup

Lebih lengkap artikel ini bisa dibaca di edisi Majalah ENERGYWORLDINDONESIADesember 2016 akan datang.

Comments

comments