KAMPANYE AKBAR 5F (Full Version)
by Zeng Wei Jian

Aliran rombongan ibu-ibu Majelis Taklim, korban gusuran Ahok, Sohib ASA, ratusan bis parkir di ruas-ruas jalan depan Masjid Istiqlal. Ribuan bendera berkibar-kibar. Udara sejuk. Alam merestui. Mobilisasi massanya melebihi Aksi Bela Islam Pertama, 14 Oktober 2016. Tujuan mereka: Lapangan Banteng.

Hari ini, 05 Februari 2017, di Lapangan Banteng, Partai Gerindra dan PKS menggelar “Kampanye Akbar 5F”. Kapasitas Lapangan Banteng sekitar 80 ribu orang. Jam 2 siang, massa masih mengalir. Jalanan stuck. Penuh massa berkaos putih, bawa bendera Anis-Sandi.

Rencananya, Posko Bang Edi menurunkan 2.500 orang. Gerindra dan PKS, masing-masing 20 ribu kader. Posko Roemah Djoeang optimis sanggup menerjunkan minimal 30 ribuan relawan.

Aliran massa ga putus-putus. Kontigen Roemah Djoeang, Koja, Penjaringan, Pademangan, Duren Sawit, Kebon Sirih, Kedoya, Jelambar, Pluit, Kapuk, Cempaka Putih. Puluhan ribu. Ada tim relawan dan tim cyber Anies Sandi (RAS). Lima ribu Laskar Garuda Yaksa. Kader Gerindra, PKS, ibu-ibu berkerudung merah dan cream. Relawan Koperasi Garuda Nusantara (KGN). Tumpah ruah, tertib. Lapangan Banteng jadi hamparan lautan putih. Masif, satu komando, keren.

Kemarin, 04 Februari, Paslon BADJA dan PDIP bikin kampanye akbar. Kedoknya konser “banyak artis”. Ahoker Ezki nyatakan 7 juta massa prohok datang ke konser banyak artis. Nyatanya, foto drone membuktikan, tidak lebih dari 5 ribu orang ngumpul di Senayan Ex-Driving Range Golf.

Jelang Sholat Dzuhur, jumlah massa tembus ratusan ribu. Suara pendukung Anis-Sandi langsung berhenti, saat azan berbunyi dari Masjid Istiqlal. Sebagian massa pendukung Paslon 3 masih berada di Masjid Istiqlal.

Pasca Ba’da Dzuhur, jumlah massa Anis Sandi sudah tembus 20x lebih banyak dari kerumunan cair baju kotak-kotak kemarin. Sekali pun, Megawati dan puluhan artis prohok diharap-harap sanggup sedot massa. Tapi gagal. Ironisnya.

Massa masih mengalir. Pelan, tapi deras. Satu mobil komando berpengeras suara just arrived. Tukang mie ayam berteriak “Hidup Anis Sandi”.

Sampai hari ini, ada 140 ribu relawan terdaftar dalam data base Posko Roemah Joeang. Mereka datang, mendaftar dengan KTP, tanpa dibayar. Syarat jadi relawan hanya punya nomor HP. Mereka pasti datang di acara siang ini. Mereka datang bersama satu harapan, Jakarta dipimpin gubernur baru. Gubernur yang kompeten, pintar, santun, dekat dengan semua kelompok. Bukan gubernur bejat, tukang ngibul, pencaci-maki, korup, membeli lahan milik sendiri, penista agama dan tukang makan bersama selebriti di Balai Kota.

Mereka merasa semua karakter baik seorang gubernur paten ada di Paslon Anis Sandi. Mereka yakin menang.

THE END

Comments

comments