Kepanikan Itu adalah jika Pengawas TPS yang Ada justru Diamankan oleh Polisi

885
MS Kaban

JAKARTASATU- Seorang Dewan Syuro sebuah partai Islam menyatakan bahwa di masa tenang Pilgub DKI Jakarta nampak tidak sebagaimana mestinya. Justru menurutnya masa tenang dihinggapi tidak terasa tenang.

“Hari tenang yang muncul pernyataan bikin tidak tenang itu gegara Pilkada DKI patur diduga tidak jujur dan adil (jurdil),” kata MS Ka’ban dari PBB, melalui akun Twitter pribadinya.

Yang tidak membuat tidak tenang menurutnya itu atas adanya dugaan pernyataan dari KPUD dengan menyatakan satu Tempat Pemungutan Suara mesti diisi kuota tidak semestinya. Dan menurutnya hal itu bisa saja akan membuat hiruk keadaan.

“KPUD undang warga untuk mencoblos persatu TPS 300 s/d 400 orang, apa itu bukan ngumpulin massa lalu yang mau diangkut yang mana? Apa gak bikin ramai?”

Di lain soal ada informasi yang tidak biasa, yakni di antaranya aparat kepolisian akan disebar hampir di seluruh TPS hanya untuk mengawasi beberapa orang pengawas. Ka’ban pun tidak nampak menyarankan demikian agar tidak dikatakan panic.

“Kalau orang ngumpul di TPS mau diangkat polisi, lalu yang coblos sopo, rek? Berapa truk polisi tersebar di semua TPS? Semoga tidak panik. Tenang.” RI/jkst