Negeri Aneh dan Aparat Hukum yang juga Aneh di Indonesia

0
964
ilustrasi

JAKARTASATU– Pilkada DKI telah usai. Namun saat menjelang Pilkada DKI mungkin sebagian masyarakat tidak mengetahui bahwa ada peristiwa yang cukup harus dijadikan pengetahuan, yakni ada ketidakadilan yang terjadi.

“Di gereja saat itu ada instruksi jelas. Ada di DPC PDIP juga yang berbicara bahwa jika ada yang bicara politik di masjid mesti ditangkap. Namun saya saat itu mengatakan jika ada yang mencatat dan merekam, harus ditangkap. Karena hal tersebut tidaklah adil,” sampai Ustad Alfian Tanjung, Jum’at (28/04/2017), di Kuningan, Jakarta.

Menurutnya, jika memang ada pelarangan, mestinya dilarang pula anggota-anggota PDIP datang ke Jakarta.

“Kalau tidak boleh, ya tidak boleh aja sekalian semuanya. Saat itu ada puluhan ribu kader PDIP ke Jakarta. Sementara teman-teman lain dihadang. Ini kan lucu. Kalau mau melarang, dilarang semuanya,” tambahnya sesal.

Aparat hukum juga dinilainya aneh saat itu. Bahkan tidak saat peristiwa tersebut,  ada hal lain.

“Saat Bambang Tri menulis buku dengan judul Jokowi Undercover polisi nyatakan bahwa buku tersebut tidak akemis. Kan lucu, membicarakan akademis atau tidak itu semestinya di bangku kuliah atau di forum. Dan yang menulis ditangkap. Negeri kita sekarang ini aneh,” tutupnya. | RI/JKST