JAKARTASATU – Selasar Sunaryo Art Space (SSAS) bekerja sama dengan Mitra Seni Indonesia gelar pamera seniman Jelekong. Tajuknya sangat keren “transit #4: JELEKONG SPEKTRUM” Ini sebuah pameran  dari 20 seniman Jelekong dan 4 yang lolos residensi.

Apa yang unik? Sebenarnya tak terlalu menarik selain memindahkan ruang Jelekong ke kawsan Dago pakar ini. SSAS memang sejak 2011 telah mengadakan pameran serupa dari semua kota di Indonesia. Dan dalam tahun ini SSAS mengundang seniman lukis kampung Jelekong.

Di Bandung sendiri Komunitas perupa Jelekong sudah dieknal sejak 1970an, dipelopori oleh Odin Rohidin, lukisannya kuat akan karya alam pasundan.

Karya-karya dari Jelekong diproduksi untuk kepentingan dekorasi ruangan, dijual dalam jumlah masif, dengan harga terjangkau dan tidak dijadikan instrumen investasi. Seiring waktu, perkembangan kekaryaan di komunitas perupa Jelekong mencakup genre yang lebih luas: alam benda, binatang dan seni abstrak.

JIka kita mengunjungi kota Bandung di Jalan Braga maka akan kita menemukan lukisan darai desa Jelekong 20 KKM ke arah Bandung selatan itu. Di Jelekong mengerjakan lukisannya jadi kehidupan dan bisnis lukisan secara paruh waktu—sambil mengerjakan bisnis lain—dan purnawaktu, mengerjakan bisnis ini sepenuhnya. Kelompok yang pertama ini dapat disebut sebagai “Jelekong Klasik”

Pameran transit #4 telah memilih 4 seniman Jelekong Kontemporer untuk mengikuti residensi selama 2 bulan sejak 14 Maret – 14 Mei 2017.

Seniman yang turut dalam Seniman Residensi antara lain Abdul Munir, Arya Sudrajat, Hedi Soetardja, Inovic Dhu,

Semnetara Seniman Loka Karya Ialah Acep Dedi Kurnia, Iyan Sopyan, Agi Jakaria  ,  Iyus Rusmana, Arif Mustari,  Robi Rustandi, Bambang Hermawan ,  Sahal Abdullah, Dian Handayani, Shopia Himatul Alya, Didi Suryadi, Sopiandi, Fikri Ramadhan,  Toni Diasentara, Ganjar Rexsandi Putra,  Ujang Ahmad , Iman Budiman dan Umar Syidik.

Dalam sajian yang dikemas di SSAS ini maka kita melihat ada pemindahan ruang. Pada
Jumat, 9 Juni 2017 ada yang beda ruang Bale Tonggoh, Selasar Sunaryo seolah milik Jelekong dan kuat akan ruang yang bicara warna alam. “Ada harapan yang kuat dari mereka, “ujar Sunaryo pemilik SSAS dalam pembukaannya. Selamat.!  | TOS/JKST

 

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here