JAKARTASATU – Ketua Umum Partai Rakyat Nugrohon Prasetyo mengatakan bahwa RRC atau Republik Rakyat Cina  sedang menjalankan hybrid war (gabungan antara perang kovensional bersenjata, kriminal, serangan cyber, propaganda dan eksploitasi kelemahan hukum internasional) di Asia.

“Di tengah kecenderungan perang tanpa bentuk (amorf), selain kekuatan militer, senjata utama mereka adalah ekonomi. Ini bukan narasi para penggemar teori konspirasi,” ujar Nugroho Prasetyo kepada JAKARTASATU, 27 Juni 2017.

Menurut Nugroho Perspektif mengenai hybrid war ini penting dipahami untuk melihat sejumlah persoalan yang mewarnai hubungan Indonesia-RRC dewasa ini.

“Berhadapan dengan pergeseran geopolitik global, sudut pandang monodimensional tentu saja akan membuat kita kehilangan jejak atas posisi sesungguhnya dari sebuah isu. Akibatnya, kita gagap membaca ancaman nasional,” tandasnya. |ATA/JKST

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here