JAKARTASATU – Dengan dideklarasikannya Indonesia sebagai Poros Maritime Dunia oleh Presiden RI Ir. Joko Widodo pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-9 East Asia Summit (EAS) tanggal 13 November 2014 di Nay Pyi Taw, Myanmar, sudah saatnya bangsa Indonesia yang menganut Land Economics Focus menjadi Maritime Economic Focus.

Hal tersebut dikatakan Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan, M.P.A., M.B.A. saat memberikan orasi dihadapan Civitas Akademika Universitas Negeri Gorontalo, Jl. Jenderal Sudirman Kota Tengah, Kota Gorontalo, Gorontalo, Jumat (21/7/2017).

Menurut Laksdya TNI Didit Herdiawan, Land Economics Focus menjadi Maritime Economic Focus tidak berati kita meninggalkan ekonomi agraris tetapi ekonomi agraris dan ekonomi maritime harus dikembangkan bersama-sama karena kita dikenala sebagai Negara agraris yang sekaligus sebagai negara maritim.

Kasum TNI menyampaikan bahwa, Indonesia memiliki potensi laut yang sangat melimpah, dengan 60% penduduk tinggal di pesisir, memiliki luas perairan 5,8 juta km2 yang terdiri dari 2,5 juta km2 ZEE, 13,7 juta Ha Perairan Umum dan 4,3 juta Ha Daerah Potensial untuk perikanan. “Kesemuanya itu menjadi potensi yang perlu diberdayakan dan dimanfaatkan secara optimal untuk kesejahteraan dan kemakmuran bangsa,” katanya.

“Jika kita mampu mendayagunakan segenap potensi ekonomi kelautan, maka diyakini bahwa bidang kelautan tidak hanya mampu mengeluarkan bangsa ini dari persoalan kemiskinan dan pengangguran, tetapi juga dapat menghantarkan Indonesia menjadi bangsa yang maju, adil, makmur dan bermartabat,” tutur Kasum TNI.

Lebih lanjut Kasum TNI mengatakan bahwa, sebagai negara agraris karena Indonesia memiliki lahan tanah sangat subur yang dapat ditanami dengan berbagai macam tanaman. Sebagai negara maritim karena Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki lautan yang luas dengan sumber daya laut / maritim yang belum tergarap secara maksimal.

“Kita semua harus optimis dan mampu menghadapi segala tantangan yang ada untuk memperjuangkan peluang besar keberhasilan menuju kedaulatan pangan maritim dan daya saing bangsa untuk menjadikan Indonesia sebagai bangsa pemenang,” ucap Laksdya TNI Didit Herdiawan.

Pada kesempatan yang sama, Kasum TNI juga mengatakan bahwa tidak mungkin Ulama Indonesia ingin merubah Ideologi Pancasila dengan ideologi lainnya. Sejarah telah membuktikan bahwa berdirinya NKRI  mulai dari menumbuhkan rasa kebangsaan, perjuangan bersenjata merebut dan mempertahankan kemerdekaan sampai merumuskan Pancasila dan UUD 1945, tidak pernah luput peran dari tokoh-tokoh ulama.  “Jadi kalau ada orang atau sekelompok orang yang menggunakan simbol-simbol agama dan menyerukan untuk merubah Ideologi Pancasila, maka dapat dipastikan mereka sudah disusupi dari luar untuk menghancurkan NKRI, mereka tidak paham sejarah dan jangan diikuti,” pungkasnya. |JKST/ZA

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here