Pembubaran HTI, Indra J. Piliang: Apa HTI Mau Dikomuniskan?

0
966

JAKARTASATU– Politisi senior Indra J. Piliang meminta kepada pemerintah melalui aparat hukumnya agar tidak menjadikan masalah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dikaitkan dengan isu-isu lainnya seperti memeriksa kaum pendidik di institusi/lembaga yang ada.

“Persoalan HTI ini bukan malah dilokalisir, tapi dimainkan ke isu-isu yang aneh-aneh, termasuk mau periksa guru, dosen, PNS, dan lain-lain. Kerja apaan ini? Banyak masjid di kampus yang dapat bulletin Jum’at HTI. Saya pernah baca di Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin di Gowa. Apa aparat mau periksa juga masjidny?” tulis Indra, di akun Twitter pribadi miliknya, Kamis (27/07/2017) malam.

Hal lainnya, Indra nampak merasa persoalan HTI seperti organisasi terlarang seperti yang tercantum di TAP MPRS tahun 66. “Apa HTI mau dikomuniskan, dalam arti semua orang yang pernah bersentuhan akan diburu dengan mata rantai kebencian dan dendam? Ini tidak benar.”

Indra yang pernah diwawancarai oleh HTI ini pun merasa masalah ini seperti kisah lainnya, misalkan saja seperti media yang diblokir dengan media massa organisasi lain. “Sayangnya, website HTI ini sudah tidak bisa diakses. Ini cara lama untuk menjadikannya sebagai hantu, seperti juga waktu penutupan koran-koran seperti Bintang Timur.

Sungguh, kegilaan yang berulang dari teks-teks tanpa dasar ilmu pengetahuan dan filsafat ilmu. Negara tertular dalam penyakit-penyakit ketakwarasan.” RI/JKST