JAKARTASATU – Beredarnya surat yang ditanda tangani oleh Direktur Operasi PTPN XIII Kalimantan Barat Ahmad Afifuddin bernomor 13.00/ 07/IX /198/XI/2016 tanggal 08 November 2016 yang ditujukan kepada PT Gelora Suprindo Mandiri di Medan perihal ” Teguran atas ketidak sesuaian spesifikasi tehnis pintu rebusan ” untuk kebutuhan beberapa Pabrik Kelapa Sawit ( PKS ) , bisa menjadi petunjuk bagi KPK bahwa modus ini kerap digunakan oleh oknum oknum di anak perusahaan Holding Perkebunan diduga atas sepengetahuan dan perintah direksinya , sehingga dengan tidak beroperasinya 4 PKS di PTPN XIII dan 4 PKS di PTPN IV saat ini bisa jadi diduga akibat modus praktek membeli ” barbek alias barang bekas ” komponen PKS .

Masih terkait isi surat tersebut terungkap jelas uraian ketidak sesuaian spesifikasi tehnis yang tertera di dokumen kontrak dengan yang terpasang dibeberapa PKS adalah meliputi nama plate tidak ada , alur packing beda bentuk , beda ukuran bibir alur packing dan ukuran locker pintu tidak sama , bahkan ada alat pengunci cincin berputar ada sambungannya , padahal semua itu bertentangan dengan isi kontrak kerja.

Surat Direktur Operasi itu semakin mempertegas adanya keterkaitan dengan surat tanggal 14 Juni 2017 oleh Direktur yang sama soal penghentian operasi 3 PKS di Kaltim dan Kalbar.

Sehingga kasus pembelian ” barbek rebusan ” ini adalah bagian kecil dugaan permainan yang biasa dilakukan oleh mantan Kabag Tehnik Daniel Sitompul yang diangkat oleh Nur Hidayat ketika itu masih sebagai Dirut PTPN XIII pada tahun 2015, bahkan Daniel Sitompul ini sebelum menjabat sebagai Kabag Tehnik , pernah bertugas di SPI ( Satuan Pengawas Internal ) , sehingga saat itulah sampai dengan dicopot jabatannya dia selalu berkoloborasi dgn oknum oknum penegak hukum di Kalbar dan sering menekan direksi direksi atas temuan yang ada untuk dikompensasikan dengan proyek proyek akan datang , ibarat sudah menjadi lingkaran setan di kandir perkebunan , sehingga banyak kasus kasus dugaan korupsi yang terjadi di PTPN XIII biasanya mangkrak proses hukumnya di penegak hukum Kalbar.

Keperkasaan Daniel Sitompul menjadi lebih sempurna dan menjadi pembicaraan buah bibir di internal perkebunan kerena hubungan dekat mertuanya dengan salah satu komisaris di Holding Perkebunan , sehingga itulah mungkin menjadi salah satu faktor oleh Nur Hidayat pada tahun 2015 Daniel Sitompul diangkat jadi Kabag Tehnik.

Seharusnya Penegak menelisik juga kasus pembanguan kompleks perumahan di Pamukan Kalimantan Selatan sudah hampir 5 tahun dikerjakan oleh Apin tidak jelas penyelesaiannya , setali tiga uang juga dengan status PKS Pamukan yang sudah lama comissioning tetapi tak jelas juga kinerja operasional produksinya sampai saat ini , konon kabarnya ada beberapa fasiltas belum terbangun , seperti kolam dan water intake.

Ketika beberapa kasus permainan semasa Daniel Sitompul menjadi kabag Tehnik terungkap , pada desember 2016 jabatanya dicopot oleh Dirut PTPN XIII Abdul Ghani , tentu kejadian itu telah mengubur mimpi besarnya akan menjadi direksi di PTPN , bahkan setelah dicopot dia diangkat sebagai staff khusus Dirut merangkap ” Bakortiba ” alias ” baca koran kerjanya tapi dapat gaji ” , dia selalu bekerja sama dengan staff khusus Dirops bidang tanaman berinisial VS , akan tetapi dengan jabatan itupun dia masih bisa mengatur tender tender dilingkungan PTPN XIII , tentu pejabat aktif dulu dan sekarang takut dan selalu mengikuti kemauan dia , bisa jadi karena ” saling pegang kartu kebusukannya “.

Itulah kasus kasus bagian lain dari dari kasus adanya kebun kebun fiktif ratusan miliar yang telah menggeroti keuangan PTPN XIII sehingga angka rasio utang terhadap asetnya sudah mencapai hampir 80 % dan kondisi keuangannya berdarah darah , tetapi mantan direksinya dan Kabag nya tajir tajir punya kebun dan aset dimana mana…ih aku jadi ingat lagu mbah Surip nih..kugendong kemana mana , kugendong kemana mana.

Apakah masih percaya dengan komburnya Dasuki Amsir bisa membuat Holding Perkebunan meraih untung ditahun 2017 ? , percaya itu.. hebaaat.

Baca juga :

KPK Diminta Pantau Kasus ‘Korupsi’ Kebun Sawit Fiktif di PTPN 13 Kalimantan Barat

Holding BUMN Perkebunan Sudah Jadi “Kolding” dan Lahan Korupsi, KPK Diminta Usut dan Turun Tangan

 

Pematang Siantar 8 Agustus 2017

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here