Hillary Clinton Pernah jadi Korban Hoax dan Media Sosial

0
167

JAKARTASATU– Di negara luar, pembuat atau penyebar ujaran kebencian dan atau hoax mesti menghapusnya secara otomatis atau sesuai dengan permintaan keberatan dari pemerintah setempat. Selain itu, penyedia layanan juga harus menjelaskan mengapa postingan itu ada.

“Kalau di Eropa harus membuat unit penanganan hoax. Yang kedua, jika terbukti ikut serta, dia harus menghapus itu. Dan kalau ada kasus seperti ini dia harus menjadi bagian pihak-pihak yang dimintai penjelasan dan pertanggungjawaban,” kata Direktur Indonesia New Media Watch, Agus Sudibyo, Sabtu (26/08/2017), di Jakarta.

Tidak hanya itu pulam di negara lain juga ikut mencerdaskan anak bangsanya agar tetap peduli dengan pendidikan. “Bagaimana menggunakan smart phone dengan smart. Itu mendidik masyarakat.

Itu tanggungjawab pemerintah tapi juga tanggungjawab perusahaan-perusahaan yang mengambil keuntungan dari  bagaimana media sosial itu makin populer di masyarakat,” ia menambahkan.

Saat pemilihan Presiden di luar seperti di Amerikan dan Hillary mengalami kekalahan, ia menyebut di sana juga tidak terhindarkan hoax dan semacamnya. Lalu Hillary paska kekalahannya meminta pertanggungjawaban pihak penyedia layanan media sosial.

“Pemilihan presiden Amerika beberapa bulan lalu hoax itu kan menjadi isu, jadi baik yang dibuka maupun tertutup menggunakan hoax semua gitu, ya. Dan kemudian setelah itu semua, itu pihak yang dipersoalkan sebagai penyebab kekalahan Hillary bukan orang-orang yang bikin hoax, tapi Facebook-nya yang dipersoalkan.

Kenapa facebook membiarkan dunia maya itu penuh dengan kebohongan dan penuh dengan kebencian. Akhirnya setelah pemilu itu, masyarakat amerika terbelah,” katanya lagi.

Pun dengan contoh lainnya seperti Inggris keluar dari Brexit (Uni Eropa) yang diminta pertanggungjawaban adalah penyedia layanan media sosial, bukan pihak lain.

“Jadi contohnya itu. Di kasus brexit juga gitu. Inggris keluar dari Uni Eropa juga gitu karena ada kampanye-kampanye mengapa Inggris itu keluar. Yang dipersoalkan itu facebook-nya, bukan orang-orang sekitar yang ‘membuatnya’. Kalau saya dua-duanya mesti tanggungjawab,” tutupnya. RI

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.