Kutuk Pembantaian atas Etnis Muslim Rohingya, KSPI Persiapkan Aksi

0
924
Rohingya migrants sit on a boat drifting in Thai waters off the southern island of Koh Lipe in the Andaman sea on May 14, 2015. The boat crammed with scores of Rohingya migrants -- including many young children -- was found drifting in Thai waters on May 14, according to an AFP reporter at the scene, with passengers saying several people had died over the last few days. AFP PHOTO / Christophe ARCHAMBAULT (Photo credit should read CHRISTOPHE ARCHAMBAULT/AFP/Getty Images)

JAKARTASATU– Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengutuk pembantaian terhadap warga Rohingya yang melibatkan militer Myanmar. Sebagai bentuk protes dan untuk mendesak agar Pemerintah Myanmar segera mengentikan pembataian terhadap warga Rohingnya, dalam waktu dekat KSPI dan elemen serikat buruh yang lain akan melakukan aksi di depan Kebubes Myanmar.

Demikian disampaikan Presiden KSPI Said Iqbal melalui siaran persnya yang diteriama jakartasatu.com, Minggu (3/9/2017) di Jakarta. Lebih lanjut, Said Iqbal meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk berperan aktif dan mengambil inisiatif untuk mendesak Pemerintah Myanmar agar segera menghentikan pembataian tersebut dihentikan.

Selain itu, Said Iqbal yang saat ini duduk sebagai pengurus pusat (Governing Body) ILO ini mendesak agar dunia jangan hanya diam melihat ratusan nyawa melayang sia-sia akibat konflik di negeri yang dipimpin Aung San Suu Kyi itu. Terlebih lagi, hingga saat ini pemerintah Myanmar yang terkesan tidak melakukan apapun untuk menghentikan pembantaian yang bertujuan melenyapkan sebuah entitas etnis di negara itu.

Menurut Said Iqbal, apa yang terjadi di Myanmar adalah kejahatan kemanusiaan (crime against humanity). Karena itu, permasalahan ini tidak bisa hanya diserahkan kepada Myanmar dan dunia pura-pura tidak tahu apa yang terhajadi. “Sesuatu harus dilakukan. PBB harus segera mengeluarkan resolusi untuk menangani tragedi di Myanmar secepatnya.”

Pelaku pelanggaran HAM, kata Said Iqbal, harus dihukum berat melalui Mahkamah Kejahatan Internasional (International Criminal Court). “Karena itulah, serikat buruh saat ini mempersiapkan aksi unjuk rasa ke Kedubes Myanmar agar segera menghentikan pembataian di Rohinynya.” RI