JAKARTASATU– Parade Islam tahunan ke-32 di kota New York, Amerika Serikat sukses berlangsung di tengah-tengah kepemimpinan Donald Trump yang terkesan tidak simpati dengan agama Islam. “Alhamdulillah hari ini telah berlangsung parade Islam tahunan di kota New York.

Parade ini adalah yang ke 32 tahun sejak dimulai tahun 1985 lalu. Tema parade Islam yang dikenal dengan United American Muslim Day Parade ini adalah ‘Building Bridges’ (membangun jembatan) sebagai antithesis dari kebijakan-kebijakan Donald Trump yang dinilai memecah belah dan rasis,” demikian kata Imam Shamsil Ali, melalui tulisannya, Senin (25/09/2017).

Padahaln menurutnya Donald Trump identik dengan slogannya “Building Walls” atau membangun dinding. “Yang unik dari parade tahun ini adalah: satu, mendedikasikan parade ini sebagai solidaritas penuh untuk Rohingya.

Grand Marshal pun seketika langsung dipilih. Yakni yang terpilih adalah seorang aktivis dari komunitas Rohingya, Mouhiddin Yousuf. Dua, dihadiri oleh banyak non Muslim sebagai bukti bahwa umat Islam tidak sendirian dalam menghadapi tantangan-tantangannya.”

Tokoh lain seperti Yahudi pun ia tulis menjadi tamu kehormatan dalam Parade tersebut. “Maka salah seorang Honorary Grand Marshal atau Grand Marshal menjadi kehormatan adalah Rabbi Marc Schenier, seorang pemimpin Yahudi yang berpengaruh di kota New York.”

Shamsi Ali sendiri mengaku bahwa ia sudah menjadi Ketua dalam acara tersbut sejak tahun 1998. Apabila dihitung, ia sudah menjadi Ketua selama 19 tahu, “Alhamdulillah, saya telah menjadi ketua parade ini sejak 1998 lalu.” RI

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here