Taufik Ismail: Komunis Bunuh 120 Juta Manusia dalam Rentang Waktu 74 Tahun

0
1180

JAKARTASATU– Penyair senior Taufik Ismail panjang lebar menjelaskan bagaimana isme komunis membuat ulah dengan membantai ratusan juta umat manusia selama tujuh puluhanan lebih. Taufik, tidak hanya menyampaikan soal bagaimana sejarah panjang itu, ia juga membeberkan bagaimana sesungguhnya isme ini menjadi senjata pemusnah massal yang melebihi penyakit medis di dunia.

Berikut ceritanya yang disampaikan olenhnya saat berada di ruang Fraksi PKS, DPR RI, Senayan, Jakarta.

“Ada dua ideologi besar di dunia ini yang menghabisi nyawa manusia dengan bukan main tiada taranya yaitu di Jerman dulu pada tahun 40-an itu, yakni Nazisme. Mereka membunuh 1500 orang/hari. Kemudian yang tidak tertandingi hingga sekarang adalah komunisme. Itu di dalam masa 74 tahun ideologi ini membunuh 4500 orang/hari.  Total dalam 74 tahun adalah 120 juta nyawa. Dan ini mereka lakukan juga di Indonesi tapi jika dibandingkan dengan negara-negara lain, itu kecil.

Kemudian di Kamboja, itu lebih dahsyat lagi, mereka di sana membunuh 1500 orang/hari selama 44 bulan. Angka-angka ini tidak/belum diketahui ketika komunisme sedang merajalela di dunia, termasuk di Indonesia ini sampai mereka selesai kudeta. Ini adalah angka penelitian. Yang dilakukan bertahun-tahun lamanya oleh banyak peneliti-peneliti sejarah. Dan baru diketahui sesudah ideologi ini bangkrut di dunia.

Saya kemudian menulis buku, dan sayang sekali saya tidak sempat meminta penerbit, jadi dalam penyusunan itu, saya ingin tahu kalau 1500 per hari dan komunisme 4500 per hari membunuh manusia, itu bagaimana dengan penyakit-penyakit menular yang ada di dunia, yang banyak membunuh manusia.

Lalu saya pergi ke PB IDI (Ikatakan Dokter Indonesia), ketuanya pada waktu itu Dr. Kartono Muhammad. Saya bertanya tolong diberikan data penyakit yang paling dahsyat di dunia dan paling banyak membunuh manusia dalam jangkan yang panjang/hari. Katanya 40 orang/hari. Hanya seperatus dari idelogi komunisme ini. Jadi apa yang sampaikan di sini adalah kuantifikasi tersebut.

Saya menulis angka-angka itu di buku saya. Saya ulangi lagi, yang dibantai oleh komunisme ini sebanyak 120 juta manusia 70 negara antara tahun 1917-1991, itu yang perlu diingat seharinya saja (4504 mati). Penyebab pembunuhan yang begitu besar itu yakni kerja paksa, kegagalan program ekonomi, dan pembantaian.

Pembantaian itu bukan dari satu bangsa ke bangsa yang lain, tetapi yang dibantai itu adalah bangsanya sendiri di 74 negara itu. Mereka melakukan kudeta di 75 negara, negara bagian, pulau dan kota selama 69 tahun dan kemudian berdirilah 28 negara komunis di dunia. Yang paling raksasa membantai itu ada di rezim Uni Soviet sebanyak 61 juta orang. Dan yang bertanggungjawab terhadap 43 juta orang itu adalah Stalin.

Kebohongan Komunis

Kamboja, Khmer Rouge, itu Pimpinan Pol Pot itu membantai 2 juta orang dari penduduk 7 juta. Itu yang saya sebutkan tadi yaitu 1500 orang/hari selama 44 bulan. Kemudian sesudah selesai itu Pol Pot kalah.

Dia terusir. Kemudian tegak rezim anti komunis. Kemudian orang komunis mendapatkan kesempatan untuk bangkit kembali. Kemudian orang komunis melakukan hal yang, keahlian mereka di seluruh dunia yaitu berbohong. ‘Tidak ada itu. Kami dizolimi oleh orang antikomunis. Tidak ada. Kami malah dibantai oleh orang-orang antikomunis‘.

Kemudian beberapa tahun berlalu, jenazah-jenazah akibat pembantaian komunis digali kembali, jutaan kan itu. Sesudah digali kembali, dibersihkan tulang belulang tersebut. Kemudian dibuat sebuah bangsa yang besar, kira-kira 40-50 meter, bertingkat dua. Kemudian tulang-tulang itu dan tengkorak itu disusun di situ. Itu ditaruh di tempat ladang-ladang pembantaian.

Kemudian orang-orang antikomunis lega. Jadi orang komunis Kamboja tidak bisa berbohong lagi. Dan kalau ada tamu-tamu yang datang, dipersilahkan datang ke ladang pembantaian, tidak perlu dikasih ceramah lagi: silahkan lihat sendiri tengkorak-tengkorak itu.

Saya dan isteri saya beberapa kali ke Kamboja. Sudah datang ke sana dan melihat. Lalu kami pergi ke sekolah SMA di Ibu Kota Khmer Rouge. Di sana tempat orang-orang partai komunis, orang-orang antikomunis dibawa ke sana kemudian diinterogasi di semua ruangan dan lantai, kemudian dibunuh. Dibantai di sekolah itu. Sesudah dibunuh, mayat (penginterogasi) dipotret.

Kemudian foto itu ditaruh bersama foto ketika masih hidup dan berjejer dengan yang lainnya. Dan itu sudah melakukan pembantaian selama 4 tahun di sana. Sesudah Polpot kalah, mereka terusir lalu tempat itu dijadikan museum. Potret-potret itu masih ada. Tapi ruangannya sudah tidak dipakai tempat lagi untuk SMA. Sekarang bersih dan orang bisa melihat ke sana. Kemudian saya dan Ati (isteri) pergi ke sana dan melihat salah satu kamar tempat penyembelihan itu.

Kamar itu bersih, lantainya bersih, jendelanya semuanya terbuka, anginya masuk, tidak ada keterangan apa-apa, itu sudah terjadi 25 tahun yang lalu tapi kamar itu masih bau mayat. Saya mual. Isteri saya tidak kuat, berlari, dan terjatuh lalu muntah-muntah.

Saya mengusulkan, tapi sampai sekarang masih belum terlaksana agar orang-orang sekuler yang aksi-aksian pro komunis itu dibiayai, 10-20 orang dibawa ke Kamboja. Kemudian lihat ladang pembantaian tengkorak-tengkorak itu. Lanjut ke SMA itu. soal Adolf Hitler tidak banyak yang tahu, yakni dia itu pengagum Josept Stalin, yang algojonya Rusia. Dan Adlof mengaku berguru kepada Stalin. Hitler membantai 25 juta orang. Algojo dari komunis itu adalah Lenin. Stalin 43 juta orang. Kemudian, kok ideologi komunis ini begitu dahsyat dan kejamnya.

Komunis Senjata Paling Mematikan

Pembantai raksasa selanjutnya, ia melanjutkan, itu adalah komunis Cina dengan membunuh 60 juta orang. Jadi seluruh perang di abad 20 itu 38 juta. Sedangkan korban komunis tiga kali lipat. 28 negara komunis yang berdiri itu lari, meninggalkan negaranya sebanyak 35 juta orang. Lari, melarat dan tidak tahan ditindas dari tanah airnya.

Tujuan dari ideologi ini adalah merebut kekuasaan dengan kekerasan. Ideologi ini didirikan oleh dua  orang anak muda, pertama Karl Marx usia 30 tahun. Yang kedua adalah Friedrich Engles dengan usia 28 tahun. Tujuan dari ideologi ini adalah merebut kekuasaan dengan kekerasan.

Menerbitkan buku yang namanya Manifesto Komunis pada tahun 1848. Tapi partai komunis tidak terang-terangan, dengan mengatakan: ‘Gaji naik, kemudian adanya keadilan‘, tapi tidak tujuannya merebut kekuasaan dengan kekerasan. Berdiri 24 negara komunis.

Ideologi ini sudah tiga kali merebut kekuasaan di Indonesia. Di seluruh dunia, komunis itu biasanya merebut kekuasaan hanya satu kali. Bisa gagal dan bisa berhasil. Di sini malah tiga kali. Allah tidak ridho. Ketiga-tiganya gagal. Tapi karena ada reformasi, banyak partai dan semua ideologi bisa bangkit tapi alhamdulillah masih ada keputusan TAP MPRS itu yang menyatakan mereka itu dilarang.

Tapi mereka bergerak secara individu-individu. Pura-pura mendukung demokrasi. Tapi itulah yang kita hadapi sekarang. Dan alhamdulillah saya terima kasih kepada PKS yang memberikan perhatian terhadap ini.

Mudah-mudahan umat Islam kembali kompak seperti pada tahun 50-an dahulu menghadapi bahaya komunis ini.

Pada tahun 1992 komunis bubar. Berantakan. Cerita berantakkannya itu sangat dramatis. Perdana menteri Uni Soviet Boris Yeltsin pada tahun 1991 dia membuat pengumuman yang menggemparkan. Pengumumannya itu: ‘Pada hari ini saya bubarkan partai komunis Uni Soviet karena ideologi ini tidak berhasil. Gagal memberikan janji-janjinya mengenai kemakmuran. Kami tidak percaya lagi dengan ideologi ini. Hari ini saya bubarkan partai komunis Soviet‘.

Dia itu bekas ketua partai yang juga perdana menteri. Mendengar itu, Taufik menyebutkan sudah membuat geger seluruh dunia saat itu. Dan sesudah itu, 24 negara komunis bubar. Empat masih bertahan. RRC, Vietnam Utara, Korea Utara, dan Kuba.” RI