Pemerintah Panik Rakyat DiBebankan Pajak Lagi

0
339

JakartaSatu – Pemerintah sudah panik dalam mencari penerimaan negara. Rakyat yang selama ini sudah membayar pajak akan dibebankan kembali dengan pungutan yang di sebut PNBP pajak.

“Mau melaksanakan pernikahan dan perceraian akan dikenakan pajak. Bahkan pendidikan dan kesehatan yang sudah dijamin oleh UUD 45 dan anggarannya dari APBN akan dipajakkan juga,” kata Dr Rizal Ramli mantan Menko Perkonomian (2001-2001) dan
Mantan Menko Maritim dan Sumber Daya ( 2015-2016) pada seminar “RUU PNBP Lolos Rakyat Tambah Beban” di Jakarta (1 /11).

Menurut Rizal Ramli, seharusnya pemerintah masih bisa menggali pendapatan itu dari sumber daya alam.

Tak heran kalau pemerinrah saat sedang panik, apalagi utang semakin besar, transaksi berjalan melebar, rupiah melemah. Itulah cermin kelemahan domestik.

Pemerintah harus jujur kepada publik terkait utang luar negeri milik Indonesia. Kejujuran akan membuat publik dengan sukarela membantu pemerintah dalam mencari solusi terbaik dalam membayar utang.

Jangan berbohong. Kalau zaman Soeharto utang itu disebut bantuan luar negeri untuk ngibulin rakyat. Hari ini berbohong dengan hanya mengumumkan bunganya Rp 247 triliun, tapi tidak mengumumkan cicilan pokoknya.

Dari hitung-hitungan, jika pinjaman pokok ditambah dengan bunga, maka benan pemerintah saat ini untuk membayar utang sebesar Rp 530 triliun per tahun.

Kalau kita jujur, prioritas anggaran ternyata bukan untuk infrastruktur seperti yang didongengkan selama ini. Prioritas nomer satu adalah bayar utang (Rp530 trilliun). Yang kedua pendidikan (Rp416 trilliun), 20 persen dari anggaran negara, yang ketiga baru infrastruktur (Rp380 trilliun). | Edy

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.