Alami Defisit, Pengamat: Semua Direktur BPJS Kesehatan Otak Patah

0
1002

JAKARTASATU– Pengamat komunikasi politik berpendapat bahwa BPJS Kesehatan saat ini mengalami deficit disebabkan besarnya pembiayaan gaji para petinggi yang duduk di sana. Untuk mengatasi hal tersebut, pengamat komuniskasi inipun menyarankan agar seluruh gaji para petinggi untuk disumbangkan demi kepentingan khalayak umum.

“Semua Direktur @BPJSKesehatanRI itu lebih baik merelakan semua gajinya untuk peserta. Terlalu besar gaji mereka digaji sehingga deficit gitu anggarannya. Katanya mengutamakan kesehatan rakyat banyak, buktikan dong,” kata Hendri Satrio, di akun Twitter pribadi miliknya, Minggu, 26 Nopember 2017.

Di lain sisi, yang terlihat tidak masuk akal bagi Hendri manakala cukai rokok dimasukkan ke dalam tunjangan untuk kesehatan. “Salah satu ketidakmampuan dan pembuktian bahwa semua Direktur @BPJSKesehatanRI itu otak patah adalah merelakan deficit biaya kesehatan ditutupi pake cukai rokok. Samber gledek!”

Kemudian hal yang membuatnya tidak percaya yang dilakukan oleh BPJS Kesehatan adalah ketika meniadakan penindakan untuk penyakit kronis. “Dan puncaknya dari pembuktian hati kosong para Direktur @BPJSKesehatanRI adalah dihapusnya penyakit kronis dari pelayanan @BPJSKesehatanRI. Kualitas pinggir jalan.” RI