Derita Bayi Mungil Tebing Tinggi – Sumatera Utara.

0
2236
Habiba Zakira Bayi mungil yang tergolek lemah / Foto : ist
Habiba Zakira Bayi mungil yang tergolek lemah / Foto : ist

JAKARTASATU.COM Kabar memilukan datang dari seorang bayi perempuan bernama Habiba Zakira , yang lahir pada Senin 25 Desember 2017 bertepatan pada hari libur natal di wilayah kota Tebing Tinggi Kecamatan Padang Hulu  Sumatera Utara.  Bayi mungil yang sejak terlahir memiliki kelainan seperti gejala  infeksi pada sebagian anggota tubuh bisa jadi sebuah penyakit yang cukup serius dan berbahaya bila penanganannya terlambat dilakukan.

“ Sejak beberapa hari setelah lahir Habiba,  bayi perempuan ini selalu menjerit menangis tiada henti. Ditambah saat kami datang ke rumah sakit dokter pun sedang cuti karena libur Natal.” Ujar Khadijah Batubara (27/12/2017), nenek sang bayi perempuan mungil yang ikut sibuk merawat dan mengawasi cucunya yang baru lahir, saat diwawancarai lewat jaringan telepon celulernya.

Bayi mungil  dari keluarga tak mampu ini adalah anak dari Sahman Nasution (35 tahun) , seorang penjual ember plastik keliling yang tinggal di desa Persiakan lingkungan ampat Kecamatan Padang Hulu Kota Tebing Tinggi Sumatera Utara. “ Sejak lahir karena tidak adanya dokter yang bertugas , sang bayipun hanya bisa diletakan di inkubator. Alhamdulillah hari ini cuti dokter sudah selesai dan sudah ada yang masuk, sehingga  bayi nya sudah dapat penanganan  lebih baik dan diinfus.” Ujar Khadijah Batubara menjelaskan.

Habiba Zakira adalah anak kedua Sahman Nasution , dimana anak pertamapun menderita penyakit yang hampir sama . Anak pertama laki laki kakak dari Habiba Zakira kini sudah berusia 5 tahun dan masih butuh penanganan medis. Karena keterbatasan biaya Anak pertama Sahmanpun, hingga saat ini belum mendapat perawatan dan penanganan maksimal. Berkat kesigapan nenek melihat kondisi cucu yang baru lahir dan harapan mendapatkan perhatian masyarakat agar bisa membantu dari keterbatasan biaya , sang nenek akhirnya memposting kondisi bayi mungil Habiba kedalam akun fesbuk miliknya (Akun, Mami comel Batubara ; red), dengan harapan mendapat perhatian masyarakat terhadap kesulitan keluarganya.

Berkat postingan tersebut,  masyarakat mulai bersimpati tak terkecuali  istri dari Abdul Halim Purba,S STP (Camat Padang Hulu), datang menjenguk bersama salah seorang anggota DPRD Tebing Tinggi ke Rumah sakit Umum Daerah Kumpulan Pane Tebing Tinggi.” Insya Allah beliau menjanjikan perawatan lebih baik untuk membawa bayi ke rumah sakit di kota Medan dengan perawatan yang lebih memadai.” Ungkap Khadijah nenek sang bayi malang yang bersuamikan hanya karyawan outsourching security yang baru dua minggu mendapatkan pekerjaan.

Kasus Sama di Kota Palu.

Pertengahan Juni 2017, seorang bayi mungil dengan gejala yang hampir sama dengan Habiba Zakira pun terjadi. Bayi mungil bernama Ahnaf  yang terindikasi infeksi dan teranalisa mengidap penyakit Sepsis dari keluarga tak mampu di Kota Palu sempat mendapat  perawatan tak layak . Akibat infeksi yang diderita dan kekebalan tubuh menurun drastis akhirnya bayi mungil Ahnaf yang berusia 2 bulan 27 hari meninggal dunia pada tanggal 16 Juni 2017.

Semoga apa yang dialami Habiba Zakira dan kakaknya di kota Tebing Tinggi lebih maksimal dan bisa tertangani dengan baik untuk keselamatan bayi tersebut. Bantuan dan partisipasi pemerintah daerah dan pusat dalam membantu masyarakat yang tidak mampu sangatlah diharapkan kehadirannya. Smoga.  (Beng/JKST)