Sektor Perikanan Berpotensi Besar, Tapi Belum Tergarap Maksimal

0
677

JAKARTASATU– Menurut Panggah Susanto (Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin), potensi ektorperikanan Indonesia besar sekali tapi belum tergarap maksimal.

“Indonesia tak perlu takut bersaing dengan negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, atau bahkan dengan China sekalipun. Karena sektor perikanan kita besar skali dan Indonesia mampu mengelolanya. Karena itu, kami mendukung apa yang dilakukan oleh KKP di sektr hulu,” jelas Panggah yang berbicara dalam acara diskusi media Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) dengan tema Kedaulatan Laut dan Industri Perikanan pada Jumat (19/1/2018) di Kemkominfo.

Dalam acara ini tampil pula dua narasumber lain yaitu Nilanto Perbowo selaku Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan KKP dan Risyanto Suanda sebagai Dirut Perum Perikanan Indonesia.

Menurut Panggah, upaya KKP sudah benar untuk menata penangkapan ikan secara keseluruhan. Apalagi Indonesia punya potensi dalam penagkapan ikan segar.”Selain banyak, juga punya nilai tambah yang tinggi dan harganya mahal,” tukasnya lagi.

Sedangkan untuk ikan beku, ikan filet, udang beku serta industri pengoalahan ikan lainnya harus ditingkatkan lagi. “Untuk pengolahan ikan yang terkait dengan tuna, sarden kaleng dan lain sebagainya diharapkan sampai tahun  2019 ini ada gross yang terus meningkat di atas 13%. Sehingga mampu mendukung pertumubuhan ekonomi yang kita targetkan lebih dari 5,5%. Nah ini harus hati hatikarena Malaysiai Thailand, Singapore yang tadinya di awah indonesia kini ada prediksi akan lebih dari kita,” paparnya lagi.

Panggah menambahkan bahwa selain ikan, produk rumput laut juga luar biasa. “Karena 85% pasokan rumput laut dubia dari Indonesia”, tukasnya lagi.

Industri rumput laut sudah ada 35 perusahaan dengan memprosesnya menjadi agar-agar dan produk lainnya.”Sayangnya pertumbuan ini masih tidak didukung oleh pasokan bahan baku yang stabil. Sehingga utilisasinya masih sangat rendah. Utilisasinya rendah karena rumput laut mentah diekspor besar-besaran ke China. Memang kami sudah ajak untuk memproses setengah mentah disini namun asih setengah jadi. Selebihnya masih diproses di china menjadi beragam produk yang laku diual,” paparnya lagi.

Untuk itu perlu pembenahan di sektor industri pengolahan rumput lain agar produknya lebih beragam dan menjadi barang jadi siap ekspor.”Bukan produk mentah dan setengah jadi,” pungkasnya. RI