Rocky Gerung Dikerubuti Netizen paska Bicara Becak

0
2143
Rocky Gerung/ist

JAKARTASATU– Pengamat politik atau bisa juga disebut sebagai pengajar filsafat, Rocky Gerung memberitahukan bahwa sebaiknya kita tidak meremehkan seseorang yang hingga saat ini masih setia melakukan profesi sebagai pengayuh becak jika tidak ingin dikatakan sebagai pendangkalan cara berpikir. “Cara kalian meremehkan tukang becak menunjukkan kedangkalan klaim ideologi kalian: libertarian tak tuntas, sosialis tanggung,” tulisnya, diakun media sosial, Twitter pribadinya, Kamis (1/02/2018), dengan hastag (#)BerbagiSore.

Namun, akibat cuitnya itu, ia pun “diserang” oleh warganet, yang nampaknya kontra dengan kata-kata tersebut. Berikut yang dapat jakartasatu.com rangkum:

@bringas3006: “Geruuuunnngggg Geruuuunnngggg Geruuuunnngggg Geruuuunnngggg Prepeett preepeett Prepeett preepeett Prepeett preepeett Trkeketeekketekketek Trkeketeekketekketek Trkeketeekketekketek Bengkel motor brisik buangettt seehhhh.”

Rocky: “Bener kan. Gue baru mulai sebaris, kalian udah ngamuk sekampung.”

@SiswwantiYeni: “Justru, kita menghargai tukang becak dgn cara tdk menyuruh mereka menarik becak lagi. Masa manusia harus bersaing dgn mesin….”

Rocky: “Ini contoh nalar dungu: imperatifnya humanis, tapi solusinya mesinisasi. Nalar sosialis picisan.”

@jonathan_erwwan: “Cara anda memelihara tukang becak itu memalukan dan membodohi..

Rocky: “Ini juga contoh nalar dungu: artinya anda tahu ada cara yang tak memalukan dan tak membodohi, tapi tetap tolak becak. Sosialis gagap.”

@maniksukoco: “Kenapa Anda harus memerangi mereka? Bukankah esensi filsafat adalah tentang kebijaksanaan?”

Rocky: “Ini contoh nalar dungu lagi: Salah mengerti kalimat, tapi nekat berfilsafat. Libertarian tanggung.”

@wr200465: “Gile aja lo,bukan merehkan tukang beca,tapi gabener n wagabener pastinya atas intruksi majikannya ,telah memanfaatkan para tukang beca utk kepentingan pilpres 2019, sengaja mengundang kaum marginal ke ibu kota utk mobilisasi masa, krn kaum intelektual ga mungkin mau digerakkan.”

Rocky: “Nah, bertambah lagi nalar dungu: mencemaskan hari esok berdasar satu variabel tunggal hari ini. Sosialis gugup.”

@martinjulyanto1: “Masalahnya tukang becak ga boleh datang KE jakarta. Anda bagaimana sih cara mikirnya..”

Rocky: “Ini nalar terdungu: kebijakan publik itu transkriptif. Pikiranmu transfobi. Tak bisa dipakai berpikir. Libertarian malfungsi.”

Demikian cara Rocky merespon warganet yang kontra dengannya. “Bayangkan, seribut apa TL gue lagi kalo gue terusin ngomenin kedunguan kalian satu per satu. Kejiwaan panglima adalah kejiwaan prajuritnya. Udah ah. Males nerusin.” RI