Prabowo dan Jokowi Tak Menjanjikan, Ini Capres Alternatif: Muda dan Fresh

0
138

JAKARTASATU– Rasa-rasanya tidak ada salahnya jika rakyat Indonesia menginginkan calon Presiden  di Pemilu akan datang tidak sama seperti sebelumnya. Rakyat bisa saja menginginkan wajah-wajah baru dan segar, juga yang memiliki semangat kepemudaan.

Hari ini, Jum’at, 9 Februari 2018, salah satu politisi dari partai penguasa periode lalu, di mana Ketumnya memegang tampuk kekuasaan selama 10 tahun coba menganalisa kesempatan itu. Politisi ini menyebut nama-nama yang dia anggap memiliki potensial yang sama dengan kadernya, yang juga anak dari pendiri partai tersebut. Adalah Andie Arief, yang nampak menginginkan wajah atau calon di Pilpres akan datang. Bukan lagi “pemain” lama seperti Prabowo Subianto dan Joko Widodo.

Berikut analisa sekaligus dapat dikatakan harapan dari politisi Demokrat Andi Arief. Ia tuliskan ke dalam akun Twitter pribadi miliknya, Jum’at, 9 Februari 2018:

“Saya senang jika sahabat saya @fahrihamzah sudah mulai mau berfikir menjadi Presiden, yang saya tunggu juga sebenernya @budimandjatmiko.

Setidaknya ada enam figur orang muda saat ini bisa menjadi alternatif, AHY. Anies, Cak Imin, Budiman Sudjatmiko, Fahri hamzah dan Fadli zon. Dari enam nama figur muda tersebut AHY, Cak Imin, Budiman dan Fadli zon berada di Parpol, sementara Anies dan Fahri masih independen. Cak Imin Ketum Partai, AHY akan jadi komando pemenangan Partai demokrat, Fadli Waketum, Budiman anggota biasa Fahri awalnya sentral di partai. Sementara Anies meskipun tak berpartai namun memegang jabatan politik Gubernur.

Bagaimana ke enam anak muda itu bersatu dan bersaing secara sehat? Sebaiknya jalin komunikasi, adapun persaingan nantinya diukur dengan survey. Kalau Jokowi dan Prabowo saja di 2019, masa depan tak menjanjikan, ada enam anak muda penyegar demokrasi; AHY, Imin, Anies, Bdm, Fahri, Fadli. Saya tadinya berharap Puan bisa adi alternatif bersama enam lainnya, namun setelah jadi menko Puan jadi seperti orang tua cara berpolitiknya. Cak Imin, AHY, Anies, Budiman, Fahri, Fadli harus segera naikkan elektabilitas jika Agustus 2018 (pendaftaran) ingin jadi alternatif.

Kenapa enam anak muda itu harus punya elektabilitas? Karena itulah satu-satunya cara meyakinkan/ membuat politisi gaek untuk tidak maksakan diri. Di Partai Demokrat dibuka persaingan terbuka setiap kader berhak capres/cawapres, diukur di survey, AHY di atas TGB,  Pak de Karwo sementara. Mudah2-mudahan di Partai Cak Imin. Partainya Budiman, dan Fadli Zon bisa sedemokrati Partai Demokrat dalam memilih capres/cawapres.

Sedangkan peluang Anies dan Fahri untuk jadi capres/cawapres tergantung lirikan partai-partai atas elektabilitasnya masing-masing. Cak Imin sudah deklarasi Cawapres, AHY akan jalankan tugas sebagai Komando pemenangan Partai Demokrat, Fadli zon dan Budiman saya belum tahu. Saya kenal AHY, Cak Imin, Anies,  Fahri, Budiman, Fadli zon, bukan kenal biasa beberapa. Saya menggaransi mereka punya kemampuan memimpin.

Kenapa tidak memasukkan tokoh-tokoh TNI tua? Zaman sudah berubah, kalau TNI mau berpolitik, pensiunlah saat mayor, masuk partai berjuang di sana. Bukan karena AHY berhenti Mayor. Di puncak kecerdasan dan kematangan prajurit TNI itu di kisaran usia 36-45 tahun, pensiun mayor make sense. RI

*AndiArief, Politisi Demokrat

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.