Negara Diingatkan untuk Adil Tangani Teror ke Pemuka Agama

0
79

JAKARTASATU– Setiap kita mendengar ada rumah ibadah yang diserang, dada kita selalu terus berdegup kencang. Entahlah, mungkin karena kita tahu bahwa yang diserang adalah rumah kita sendiri, tak peduli apapun agama dan keyakinan. #JagalahRumahTuhan

Dan rumah Tuhan itu seperti hati, yang teduh tempat nyanyian suci berlabuh dan ayat-ayatNya dibacakan syahdu. Hati dijaga oleh rangka dada yang kuat agar tak mudah luka. Kalau hati terluka, bergoncang raga. Demikianlah rumah Tuhan jika ternoda, gemuruh dunia.

Dan, sebagaimana hati, Rumah Ibadah adalah juga tempat iman di jaga; ditanam, disemai dan dipelihara hingga berbuah menjadi lentera dalam hidup, tempat bersinarnya kebaikan dan tempat kita saling menjaga batas pribadi, bahwa ada yang tak dapat di-lintas batas. “Bagimu agamamu, bagiku agamaku”, demikian pesan untuk saling menjaga batas.

Jagalah ia pada tempatnya dan jagalah hati agar tetap tidak terpaksa. Karena “tidak ada paksaan dalam agama”. Inilah pesan inti agar kita terus saling menjaga.

Dalam perang pun, rumah ibadah adalah tempat yang tak boleh disentuh senjata. Orang yang memasukinya adalah yang tidak ingin lagi berperang dan bersedia memasuki jalur perdamaian maka ia jug tak boleh disentuh. Jika dalam perang pun demikian, bagaimana lagi dalam damai? Maka, negara bertindaklah apa adanya.

Jangan wilayah sensitif ini tidak dijaga. Karena publik telah lebih tahu batasnya maka negara harus berdiri di tengah. Jangan nampak sedikitpun berdiri di titik yang tidak seimbang, bisa oleng bangsa kita.

Serangan kepada Rumah Ibadah dan simbol-Simbolnya; Pastur, pendeta, Ustadz, ulama dan kyai adalah serangan kepada bangsa, kepada jantungnya dan kepada hatinya. Jika ia membuat gelisah maka ia wajar.

Negara harus hadir di tengah dan membela tanpa beda. Simpatiku kepada yang terluka, langsung atau tidak langsung; Pastur, Ustadz, pendeta, kyai, Pedanda, Bhiksu dan semua yang merasa telah diganggu. Hadirlah di antara Ummat. Di antara bangsa. Di antara mereka yang akan menjadi pagar penjaga iman bangsa. RI

*Politisi, Fahri Hamzah

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.