KPU Main Kayu: Studi Kasus Penjegalan PBB

0
825

JAKARTASATU– Sulit untuk menghindari praduga publik, bahwa ada intervensi kekuasaan di balik tidak lolosnya Partai Bulan Bintang (PBB) sebagai partai peserta Pemilu. Di luar konteks substansi, rasanya mustahil jika PBB tidak lolos verifikasi perpartaian, sementara partai Garuda yang berasal dari unsur “Antah Barantah” ternyata bisa diloloskan.

Partai Garuda yang tidak diketahui secara jelas track recordnya, tidak diketahui dari rahim mana ia dilahirkan, justru lolos ferifikasi. Boleh saja ada dalih, sepanjang persyaratan dipenuhi partai apapun bisa ikut pemilu.

Namun, melihat pola kekuasaan yang telah masuk ke berbagai lini sendi bernegara, sulit untuk menerima ketidaklulusan PBB mengikuti verifikasi kepartaian merupakan murni peristiwa administrasi. Yang lebih rajih, PBB tidak lolos disebabkan adanya intervensi kekuasaan.

Jika dibandingkan dengan PSI misalnya, tentulah PBB lebih memiliki akar politik baik di pusat maupun di daerah, apalagi PBB bukanlah partai pendatang baru. PBB adalah partai politik yang dipandang Pelanjut perjuangan Masyumi, yang telah beberapa kali pula mengikuti Pemilu.

Nampaknya PBB agak perlu berkeringat untuk bisa melakukan upaya hukum atas keputusan KPU di PTUN. Hanya saja, yang menjadi soal adalah soal waktu. Proses hukum yang panjang, akan membuat PBB kehilangan banyak waktu untuk menyongsong pemilu dan Pilkada di tahun 2018 dan 2019.

Meski satu sisi PBB layak marah kepada KPU, namun disisi lain PBB sebenarnya bisa berbesar hati atas hikmah dari keputusan ini. Artinya, resistensi KPU terhadap PBB -yang diduga kuat adanya keterlibatan tangan kekuasaan- menunjukan betapa posisi PBB sangat diperhitungkan oleh penguasa.

Terlebih lagi, pasca khianatnya partai Islam dan partai berbasis masa Islam dalam gelaran Pilkada DKI Jakarta, termasuk bangunan kemitraan koalisi pelangi pada beberapa Pilkada, menjadikan umat memiliki harapan besar untuk melabuhkan pilihan politik pada PBB.

Dugaan penulis, prediksi perolehan suara untuk PBB bisa melebihi suara Partai HANURA dan boleh jadi bisa mengungguli suara PPP. Selengkapnya disini: https://goo.gl/AjHXXn

*Nasrudin Joha, Penulis

Dikutip dari IG Prof. Yusril Ihza Mahendra

(https://www.instagram.com/p/Bfm23S2HDb9kLqfmetQWX4PiLUbTWsx4dRcqwA0/?taken-by=yusrilihzamhd)