Tabuhan Genderang Yusril makin Kencang: Kebatilan akan Runtuh

0
634

JAKARTASATU– Ketua Umum PBB, Yusril Ihza Mahendra mengakui bahwa saat ini partainya sedang dizalimi. Hal ini disimpulkan olehnya karena PBB tidak lolos sebagai partai peserta 2019 oleh KPU.

Yusril pun melawan. Dan dia berkata bahwa perlawanannya ini takkan ada yang bisa menghentikan (langkahnya). “Kami PBB kini sedang terzalimi. Tapi kami akan terus bergerak melakukan perlawanan melalui cara-cara yang sah dan konstitusional.

Tak seorangpun akan mampu menghentikan langkah kami. Kami akan memenangkan pertarungan ini. Kebenaran akan tegak dan kebatilan akan runtuh,” katanya, di akun Twitter pribadi miliknya, Senin (26/2/2018).

Walau Yusril anggap PBB bukanlah partai yang mempunyai banyak dari segi keuangan, namun ia tetap yakin PBB tengah berjuang dalam kebenaran.

“Kekuatan kami tidaklah terletak pada jumlah kami. Kekuatan kami juga bukan terletak pada kemampuan finansial kami.

Kekuatan kami terletak pada keyakinan bahwa kami berjuang di jalan yang benar.”

Yusril mengatakan lagi, bahwa kekuatan sebenarnya ada pada intelektual dan teguhnya kemauan untuk hadapi KPU. “Kekuatan kami terletak pada intelektualitas dan keteguhan pendirian kami.”

Ia pun tidak segan-segan menyebut dirinya dan PBB sedang melawan yang bukan jalurnya. “Kami adalah orang-orang yang berani melawan arus. Kami bisa berlawanan dengan mayoritas karena kebenaran itu obyektif: kebenaran tidak bergantung pada jumlah, tetapi pada kebenaran itu sendiri.”

Dengan segala kekurangan yang ada, ia sekali lagi tetap yakin bahwa PBB akan banyak yang mendukung. Dan PBB ia katakan akan menjadi kekuatan baru di masa datang.

“Kami memang sedikit, tetapi orang-orang yang bersimpati dan mendukung kami kian banyak. Mereka tak terbendung.

Mereka akan menjadi kekuatan baru yang akan membawa bangsa ini menuju perubahan besar. Kami percaya pada kekuatan sendiri.”

Yusril dan PBB pun yakin bahwa kekuatan akan datang demi kebenaran tanpa harus menjadi keset kekuasaan. “Kami takkan pernah menggantungkan nasib kepada orang lain. Kami takkan menghamba pada kekuatan-kekuatan asing yang bukan kami sendiri.” RI