Jejak Trudeau Akan ada yang Ikuti Gaya Kampanyenya, Siapa Dia?

0
1407

JAKARTASATU.COM – Ia adalah Justin Pierre James Trudeau MP PC lahir 25 Desember 1971. Pada 14 April 2013, Trudeau terpilih menjadi Pemimpin Partai Liberal Kanada. Dengan menangnya Partai Liberal dalam Pemilihan umum Kanada dengan suara mayoritas pada tanggal 19 Oktober 2015, ia terpilih menjadi Perdana Menteri Kanada ke-23.

Trudeau lahir di Ottawa, Ontario, sebagai putra sulung Perdana Menteri Pierre Trudeau dan Margaret Trudeau. Ia merupakan orang kedua dalam sejarah Kanada yang lahir ketika salah satu orangtuanya menjabat perdana menteri; yang pertama ialah Margaret Mary Macdonald, putri Perdana Menteri John A. Macdonald. Saudara-saudaranya yang lain, Alexandre dan Michel, berada di posisi ketiga dan keempat.

Trudeau memiliki darah Perancis Kanada, Skotlandia dan Inggris. Kakek Trudeau dari sisi ibu yang berdarah Skotlandia, James Sinclair, pernah menjabat sebagai Menteri Perikanan dan Kelautan Kanada dalam kabinet Perdana Menteri Louis St. Laurent.

Sebagian nenek moyang ibunya yang berdarah Inggris pernah tinggal di Asia Tenggara di masa penjajahan; kakek Margaret Trudeau, Thomas Kirkpatrick Bernard, lahir di Indonesia pada tahun 1891. Orangtua Trudeau berpisah pada tahun 1977, ketika ia berusia enam tahun, dan ayahnya mengundurkan diri dari jabatan perdana menteri pada tahun 1984.

Setelah meninggalkan perpolitikan Kanada, Pierre Trudeau membesarkan anak-anaknya di luar sorotan media di Montreal. Di bulan Oktober 2000, ketika Trudeau berusia ke-28, ia muncul sebagai tokoh penting setelah menyampaikan eulogi dalam upacara kematian ayahnya.

Justin Trudeau PM Kanada

Trudeau memiliki gelar bachelor of arts dalam bidang sastra dari McGill University dan gelar Sarjana Pendidikan dari University of British Columbia. Setelah lulus, ia bekerja sebagai pengajar ilmu sosial dan bahasa Perancis di West Point Grey Academy dan Sir Winston Churchill Secondary School di Vancouver, British Columbia.

Sejak 2002 hingga 2004, ia mempelajari ilmu teknik di Université de Montréal. Ia juga sempat mengikuti pendidikan untuk meraih Master of Arts dalam bidang geografi lingkungan di McGill University, sebelum akhirnya berhenti dari pendidikannya untuk berkarier di ranah publik.

Seorang politisi Kanada yang tengah menjabat sebagai Pemimpin Partai Liberal Kanada. Ia merupakan putra sulung Pierre Trudeau, tokoh yang lama menjabat sebagai Perdana Menteri Kanada, dan Margaret Trudeau. Trudeau terpilih sebagai anggota Parlemen untuk konstituensi Papineau pada tahun 2008 dan kembali terpilih pada tahun 2011. Ia pernah menjabat sebagai anggota kabinet bayangan partai untuk pemuda dan multikulturalisme, kependudukan dan imigrasi, serta pendidikan tinggi, pemuda, dan olahraga amatir. Pada tanggal 14 April 2013, Trudeau terpilih menjadi Pemimpin Partai Liberal Kanada. Dengan menangnya Partai Liberal dalam Pemilihan umum Kanada dengan suara mayoritas pada tanggal 19 Oktober 2015, ia terpilih menjadi Perdana Menteri Kanada ke-23.

Kisah Trudeau itu jelas dalam jejak digital Wikipedia. Dan sepak terjang Trudeau menampakan kekuatan politik dunia memperhitungkan langkahnya.

Didalam negeri Trudeau banyak diperbincangkan terkait kabinet barunya yang dinyatakan sebagai kabinet paling beragam dalam sejarah. Trudeau membuat publik Kanada jatuh cinta dengan gebrakan yang dibawanya. “Menjadi kebahagiaan luar biasa bagi saya berdiri di hadapan Anda hari ini … untuk memperkenalkan kabinet yang terlihat seperti Kanada,” ucap Trudeau saat memperkenalkan kabinetnya pada Rabu (4/11/2015) sore dan dilansir Toronto Star, Jumat (6/11/2015). Kabinet baru Kanada Trudeau menunjuk 15 menteri perempuan dan 15 menteri laki-laki. Saat ditanya alasannya, Trudeau menjawab singkat: “Karena ini tahun 2015.” “Rakyat Kanada dari seluruh negeri mengirimkan sebuah pesan bahwa ini saatnya untuk perubahan yang sebenarnya, dan saya merasa sungguh terhormat dan yakin menempatkan mereka dalam tim saya,” imbuhnya.

Kabinet Trudeau memang mewakili keberagaman Kanada, mulai dari kelompok minoritas hingga penyandang disabilitas. Salah satunya Harjit Sajjan yang ditunjuk menjadi Menteri Pertahanan Kanada. Mantan tentara Kanada kelahiran India ini dikenal sebagai veteran perang Afghanistan.

Sajjan yang tercatat sebagai warga Sikh pertama yang pernah menjadi komandan militer dan menerima banyak pengakuan atas pengabdiannya pada militer Kanada. Dia pernah ditugaskan ke Kandahar, Afghanistan dan juga Boznia-Herzegovina. Selain Sajjan, Kent Hehr yang duduk di kursi roda dipilih Trudeau sebagai Menteri Urusan Veteran Kanada. Hehr yang mantan pengacara dan mantan anggota dewan setempat, merupakan korban penembakan pada tahun 1991 yang membuatnya lumpuh.

Gebrakan lain yang membuatnya semakin dicintai rakyat Kanada adalah, dia mengundang publik untuk menyaksikan pengambilan sumpah jabatan dirinya sebagai PM Kanada yang baru. Bahkan dia menyiarkan seremoni tersebut melalui aplikasi streaming video Periscope yang digemari banyak orang Justin Trudeau menyapa anak-anak saat pelantikannya.

Trudeau tercatat sebagai PM termuda kedua dalam sejarah Kanada setelah Joe Clark yang menjabat tahun 1979.

Catatan akhir dari kisah ini adalah dimana dalam dua hari ini beredar kabar timses Pilpres yang akan menjagokan diduga petahana akan mengunakan pola dari Jejak Trudeau Akan ada yang Ikuti Gaya Kampanyenya. “Dalam meme itu tertulis bahwa ….sedang disetel oleh team kampanye, mengikuti gaya kampanyenya Justin Trudeau Perdana Menteri Kanada. Pertama ngevlog, kedua nonton bioskop, kemudian tinju (olahraga) selanjutnya ….. akan berkumpul dengan anak-anak muda kemudian bermain dengan anak-anak, lalu mengajar anak-anak sekolah disalah satu sekolahan. Ini strategi menarik suara  generasi milenial yang jumlahnya lebih dari 10 juta orang. pencitraan pun nyontek benar-benar tak punya narasi. 

Meme itu beredar luas didalam yang bertanda akun @thegreenhornet.id apakah ini akan berhasil. Namun kacamata saya melihat ada beda jauh dari ruang dan gaya. Trudeau itu kuat  lahir dari keluarga politikus Kanada. Saking kuatnya Majalah Rolling Stone  dalam usianya ke 50 tahun bahkan mengeksploitasi pesona Perdana Menteri (PM) Kanada Justin Trudeau. Majalah itu Amerika Serikat (AS) namun memajang wajah tampan pemimpin berbadan atletis itu di sampul depan edisi Agustus 2017. Judul provokatif pun sengaja dipilih agar artikel khusus tentang sang PM di majalah tersebut semakin menggigit.

”Why Can’t He Be Our President? (Kenapa dia tidak menjadi presiden kita?)”

Kalimat yang mendampingi foto Trudeau di cover majalah yang tahun ini genap 50 tahun terbit tersebut. Kalimat itu juga menjadi judul artikel Rolling Stone yang sarat pujian bagi bapak tiga anak tersebut. Dalam artikel itu, kebijakan dan gaya kepemimpinan Trudeau sering dibandingkan dengan Presiden Donald Trump. ”Hubungan timbal balik antara media dan pemerintah menjadi indikator penting demokrasi. Saat kalian menyajikan kinerja terbaik, kami pun tertantang untuk menampilkan yang terbaik. Terima kasih atas kerja keras kalian yang tak mengenal lelah,” kata Trudeau kepada Stephen Rodrick, jurnalis senior Negeri Paman Sam yang khusus datang di Kanada untuk mewawancarai suami Sophie tersebut demikian tulis canadianpress.

Lahir dari keluarga politikus, Trudeau tumbuh sebagai pria yang kritis. Dia juga merupakan lelaki yang teguh pada pendiriannya. Bahkan setelah berkecimpung di dunia politik dan mengekor jejak mendiang ayahnya menjadi PM. Jika para pemimpin lain memilih golf sebagai olahraga mereka, Trudeau justru asyik dengan snowboarding dan joging.

Dan kita tahu dan bisa membedakan apakah ini kampanye cocok dengan anak muda namun pilihannya tidak muda atau bukankah gaya PM Kanada itu datang dari alami dan jejak panjang politik yang juga trah nya sebagai bapak bangsa Kanada jelas. Tapi semua terserah saja yang jelas komunikasi politik itu adalah dunia yang sulit ditebak namun sudah pasti bisa dianalisa arah mata anginnya kemana. Lalu kita saat sedang menyaksikannya dan kita akan tahu nanti hasilnya bagaimana. Tabik!

|Aendra Medita, analis Pusat Kajian Komunikasi Politik Indonesia