Politisi Demokrat Semprot Data Soal Utang ke Jokowi dan Pendukungnya

0
816

JAKARTASATU– Selamat siang dunia temlen, saya ingin menyampaikan beberapa fakta dan data terkait utang negara Indonesia.

Ini menyikapi pernyataan presiden @jokowi dan vlog idiot saudara @permadiaktivis.
Pidato pak @jokowi dan Vlog @permadiaktivis menyampaikan data tentang utang pemerintah pada 4 presiden dengan data sebagai berikut:
-Soeharto: Rp673 triliun
-Megawati: Rp1230 triliun
-SBY: Rp3.727 triliun
-Jokowi: Rp4.034 triliun

Selanjutnya pada vlog tersebut disampaikan juga bahwa jumlah utang terbesar terjadi pada era pemerintahan SBY dengan jumlah utang sebesr Rp2.497 T atau total 3727 T. Padahal dalam pidato @jokowi disebut menerima total utang Rp.2700 T.

Terhadap pernyataan lewat pidato pun vlog tersebut perlu kami klarifikasi berdasarkan data dan fakta sebenarnya, yang diperoleh dari data Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Resiko Kementerian Keuangan lewat webside: djppr.kemenkeu.go.id.

Dari data tersebut dapat kami sampaikan beberapa hal berikut ini:
Pada awal tahun 2004, utang pemerintah adalah Rp1.299,50 dengan rasio utang terhadap PDB adalah 57 persen. Akhir pemerintahan SBY tahun 2014, total utang sebesar Rp2.608,78 dengan rasio utang terhadap PDB 24,7 persen.
Artinya selama 10 tahun pemerintahan SBY jumlah utang yang dihimpun adalah Rp1.309,48 triliun dengan penurunan rasio utang dari 57 persen menjadi 24,7 persen.

Presiden Jokowi dilantik pada Bulan Oktober 2014, jumlah utang  pemerintah pada Oktober 2014 sebesar Rp2608,78 triliun. Sampai dengan akhir Februari 2018 jumlah utang pemerintah telah mencapai Rp4.034,80 triliun.

Artinya secara akumulasi jumlah utang yang ditarik pemerintah Jokowi dari November 2014 sampai dengan Februari 2018 telah mencapai Rp1.433,64 triliun.
Kesimpulan: Data yang disampaikan oleh Permadi Arya tidak semuanya benar, ada data yang sengaja direkayasa tidak sesuai dengan fakta untuk mendiskreditkan pemerintah era SBY. Pun yang disampaikan Jokowi tidak benar semua.

Penyebutan Era pemerintahan SBY merupakan pemerintahan yang paling banyak menarik utang sehingga dinobatkan sebagai raja utang juga tidak benar dan tidak sesuai dengan fakta.

Fakta sebenarnya adalah:
– Selama 10 tahun pemerintahan SBY jumlah utang pemerintah sebesar Rp1.309,48  triliun
– Pemerintahan Jokowi yang baru 3,5 tahun telah menghimpun utang sebanyak Rp1.433,64 triliun.

Dari data tersebut siapa sebenarnya yang pantas dijuluki Raja Utang?
Semoga mulutnya si @permadiaktivis tidak asal mangap lagi dengan data yang salah dan cenderung menjadi fitnah serta pencemaran nama baik. RI

*Politisi Demokrat, Ferdinand Hutahean