Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) Cukai Kantong Plastik Sarat Dengan Kepentingan

0
96

JAKARTASATU– Indonesia. Tujuan dari cukai ini adalah baik dan perlu didukung, tetapi dalam penerapan cukai ini juga harus memperhatikan semua elemen secara holistik untuk memastikan kesuksesannya dan kesinambungannya. Seringkali kebijakan yang bertujuan baik, jika tidak memperhitungkan aspek kelembagaan, aspek perlindungan konsumen, aspek pengembangan industri, aspek lingkungan dan aspek lainnya, dapat menyebabkan ekses negatif yang buruk, teerlebih lagi efek seperti bumerang terhadap pengambil kebijakan. Perlu adanya kebijakan yang objektif dan untuk kebaikan masyarakat luas dan lingkungan yang baik dan berkelanjutan, tidak sempit terhadap kepentingan tertentu.

Ketua Koalisi Pemantau Kantong Plastik Indonesia (KPKP Indonesia) Puput TD Putra mempertanyakan Rencana Pemerintah mengunakan tarif Cukai ke kantong Plastik kresek ke semua Jenis tampa membuat Nahkah kajian secara profesional dan benar, seharusnya pemerintah menerapkan Cukai pada Kantong plastik yang sudah ber SNI dan berkualitas ramah lingkungan

Dalam kajian kami di Koalisi Pemantau Kantong Plastik Indonesia kami Menduga kuat dugaan ini bagian akal-akalan kepentingan kebijakan para stake holder untuk memenuhi kepentingan hasrat Pasar Eropa untuk masuk ke wilayah Bisnis Plastik Berbahan baku Jagung yang nota bonenya dalam pandangan kami hal ini belum bisa di terapkan untuk di gunakan di dalam Negeri, dikarnakan mahalnya cost produksinya dan penguna plastik terbanyak di indonesia masih dinlevel kalangan menengah ke bawah dan di tambah lagi dgn karakteristik TPS kita di Indonesia yg berbeda dgn tata kelola pengolahan sampah di negeri eropa asal produk plastik berbahan dasar Jagung /singkong ini.

Padahal untuk kantong plastik ramah lingkungan sudah diterbitkan Ekolabel Type 1 SNI dan Type 2 Swadeklarasi Kantong Ramah Lingkungan oleh PUSTANLINGHUT KLHK sendiri dan juga SNI 7188.7-2016 Kategori Produk Tas Belanja Plastik dan Bioplastik mudah terurai. Di dalamnya  sudah ada pilihan-pilihan teknologi ramah lingkungan baik Bioplastik maupun Oxoium (Oxo) yang memenuhi uji standar  standar test internasional. Mengapa pengecualian cukai ini tidak mengacu ke SNI tersebut yang sudah dibuat oleh KLHK sendiri, sehingga tidak seakan-akan setiap kementrian mendefinisikan apa yang ramah lingkungan dan apa yang tidak, sehingga menjadi konflik informasi di masyarakat multi tafsir kepentingan, Ironis juga kalau produk yang sudah SNI kantong belanja ramah lingkungan dikenakan cukai. Kredibilitas pemerintah yang dipertaruhkan dalam hal ini.

Isi dalam RPP tersebut juga mengindikasikan adanya ketidaklengkapan informasi yang didapat para pembuat kebijakan dan lebih buruknya dapat diinterprestasikan sebagai titipan kebijakan untuk beberapa kalangan tertentu.

Dalam pembuatan kebijakan aspek keadilan dan objektivitas perlu diterapkan sehingga menjadi win-win solution untuk semua pihak yang terkait baik masyarakat, pemerintah, maupun kalangan industri/pengusaha demi keberlangsungan lingkungan hidup yang berkeadilan dan lestari berkelanjutan. RI

* Puput TD Putra, Koalisi Pemantau Kantong Plastik

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.