Dua Tewas Di acara bagi-bagi Sembako di Monas….Pada Kemana ya..Ini Nyawa Bro..!

0
312
Tewas ini manusia bukan Nyamuk Panitia haru bertanggung Jawab. Ini nyawa Bro.../ist

JAKARTASATU.COM – Untungnya ada yang memberitakan secara jelas. Meski Republika Online mengutip dari sumber Kantor berita Antara  kita harus apresiasi, hanya media ini yang mnegutip. Dua anak warga Pademangan, Jakarta Barat dilaporkan menjadi korban tewas di acara pembagian sembako yang dilaksanakan panitia dari yang mengaku Forum Untuk Indonesia di Lapangan Monumen Nasional (Monas), Sabtu (28/4/2018). Tewasnya dua anak ini dibenarkan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. Nah loh Panitianya gimana sih jangan sampai lolos.

Data yang kami dapat bahwa Panitia acara di Monas kemarin bukan acara yang diprakarsai ataupun disponsori oleh Pemprov DKI begitu bantahannya menyusul ada yang menuduh bahwa itu acara Pemprov DKI. Panitia yang mengajukan ijin sebenarnya untuk acara panitia Lomba Tarian Masal di Monas, eh kenapa jadi acara bagi-bagi sembago. Untuk siapa curi adegan pencitraan ini?

Surat panitia Tari Masa yang jadi Bagi-bagi sembako di Monas Jakarta

Sebelumnya tokoh pers nasional dan budayawan memang membuat twit  di akunnya yang isinya:  Acara kemarin di Monas adalah acara Pemda DKI. Ada bagi2 sembako. Ada yg mengaku itu acara Paskah, ada yg mengatakan itu acara @jokowi. Hmm… begitu tulis @gm_gm

Akun Pemprov DKI Jakarta langsung Retweeted goenawan mohamad isinya:

Acara di Monas kemarin bukan acara yg diprakarsai ataupun disponsori oleh Pemprov DKI. Berikut keterangan resmi dari Kadisparbud dan surat pernyataan dari Ketua Panitia beberapa hari sebelum acara. 

Namun keterangan resmi dari Kadisparbud dan surat pernyataan dari Ketua Panitia beberapa hari sebelum acara. Menjelaskan panitia bukan acara bagi-bagi sembago, namun panitia Lomba Tarian Masal di Monas. Memang hari 29 adalah hari tari, namun penyalahgunaan ini yang membuat kasus ini melebar karena faktornya adalah adanya sampah menjadikan Monas lautan sampah.

Surat Dinas Pariwisata Jakarta

Terlepas dari sampah atau ijin yang disalahgunakan dari awalnya ijin Tarian Masal jadi Bagi-bagi sembako ini menjadi  “Fakta kejadian telah terjadi dan kami sangat prihatin. Adanya dua korban yang mesti kehilangan nyawanya yaitu saudara kita Mahesha Junaedi dan satu lagi, Adinda Rizki. Keduanya warga Pademangan,” kata Sandiagadi Balai Kota DKI Jakarta,  Senin (30/4/2018) malam.

Ini harus terus diusut. Mati nyawa manusia, bukan nyamuk ya.

Harusnya polisi segera memeriksa Panitia. Pemda saat ini sedang berkoordinasi dengan panitia untuk tindak lanjutnya dan bagaimana langkah tanggung jawab panitia atas kejadian yang telah terjadi. “Sangat kita sayangkan,” kata Sandiaga.

Peristiwa ini akan menjadi koreksi untuk Pemprov DKI, bahwa ke depan penggunaan dari Monas ini betul-betul harus dipastikan panitia yang diberikan kesempatan  menggunakan area Monas memiliki profesionalisme dan memiliki komitmen yang tegas. “Tentunya nanti ada pihak aparat yang bertanggung jawab yang akan juga membantu kami untuk memastikan bahwa investigasi ini akan tuntas dan kejadian ini tidak akan terulang lagi,” kata Sandiaga.

Pada saat acara pembagian sembako itu, jumlah massa membludak. Wali Kota Jakarta Pusat, Mangara Pardede menyatakan sekitar pukul 11.00 WIB sudah lebih dari 100 ribu warga berada di Monas.

“Pada akhirnya Monas dikunjungi lebih dari 350 ribu dan tentunya karena tidak ada koordinasi akhirnya macet luar biasa. Keadaan lingkaran ini sangat berbahaya karena lalu lintas sama sekali tidak bergerak. Dan kejadian seperti ini tentunya harus menjadi koreksi semua pihak termasuk kami untuk memastikan ini tidak terulang kami,” kata Sandiaga.

Pak Polisi ini Bukan Hoax Loh

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Roma Hutajulu menyebut, kabar meninggalnya salah satu peserta acara bagi-bagi sembako di Lapangan Tugu Monas pada Sabtu (28/4) murni hoax.

Dia membenarkan bahwa ada warga yang meninggal disekitar kawasan Monas. Namun yang bersangkutan bukanlah salah satu peserta, melainkan warga yang tengah berjalan dipedestrian luar Monas.

“Ada satu yang meninggal dunia, tapi itu bukan didalam Monas atau (yang sedang) antrean sembako ya,” ujar dia dikutip INDOPOS melalui pesan elektroniknya, di Jakarta, Minggu (29/4/18).

Menurut Roma, pada Sabtu (28/4) siang kemarin memang suhu udara di Kawasan Monas sangat panas. Korban yang meninggal ditemukan pukul 14.00 WIB pingsan di luar Monas karena kepanasan, tepatnya di pedestrian Jalan Medan Merdeka Utara. Lalu dilarikan ke RSUD Tarakan, Gambir Jakarta Pusat.

“Dia meninggalnya di RS Tarakan jam 19.40 WIB. Kalau acara (bagi-bagi sembako, red) selesai jam 6 sore lalu bubar. Sembako juga habis,” terang Kapolres.

Lantas hal yang diakui Wagub bagaimana pak Polisi?

Sampah di acara bagi-bagi sembako yang ijin awalnya tari masal.

Pesta Rakyat, yang membunuh Rakyat

Sebuah pesan viral ramai di WA plus foto Muhammad Mahesa Junaedi… Usia 12 Th warga RT 004 RW 11 Kel Pademangan Barat Jakarta Utara, meninggal dunia, akibat kehabisan oksigen karena terlalu lama terjebak dalam kerumunan massa di monas siang tadi…
Korban di temukan keluarga Di RSUD Tarakan Sudah tidak bernyawa, sebelum nya keluarga korban sudah mencari disekitar monas namun tidak ditemui..
sementara itu disaat mencari anak nya, JUNAEDI ayah Almarhum juga kehilangan Dompet dan sepeda motor..

Menurut Simon salah satu panitia yg menemani Junaedi di Rumah sakit, bahwa korban meninggal bukan di area Acara, tetapi diluar area..
Jadi bukan terhimpit karena desakan di panggung acara

Menurut Simon membela diri..
Dalam kesempatan ini.. Andi Pane selaku ketua RW tempat domisili korban yang Juga merupakan Sekjen Forum RT RW DKI Jakarta, menyayangkan hal ini terjadi pada warga nya, padahal himbauan kepada para ketua RT sudah diberikan, agar bisa menjaga warganya untuk tidak ke Monas..

Tetapi di sisi lain, ketika para pengurus RT menolak pembagian kupon tsb.. justru panitia menyebarkan kesembarang orang, sehingga kordinator lapangan yg memobilisasi massa tsb terlihat lepas tangan,

Menurut Andi Pane, ini murni kesalahan panitia penyelenggara , dan harus bertanggung jawab.. mereka tidak bisa se enak nya lepas tg jawab ketika musibah itu terjadi…

Nah loh semua makin terang saja nih Bro….Dua Tewas Dibagi-bagi Sembako di Monas….Pada Kemana ya..Ini Nyawa Bro..! Lantas siapa yang bertanggung Jawab?

 CATATAN JAKSAT

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.