JAKARTASATU– Pak @aniesbaswedan selamat ulang tahun ke-49, ya. Jangan lupa dengan nafas dan gelombang yang membawamu ke atas Jakarta. Sesekali renungkan ulang, jangan terjebak kesibukan kerja lalu lupa merenung dan muhasabah. Itu waktu menunai janji tidak saja kepada Jakarta tapi Ibukota. Pak @aniesbaswedan yang terhormat, kaulah Gubernur yang naik ke tampuk kekuasaan dengan gempita. Tak pernah ada Pilkada segempar itu. Semua terbelah, semua mengambil posisi, sejak presiden dan wakilnya, sampai lurah dan kepala desa, seniman, pengusaha juga pemuka agama.

Ada yang bilang Pilkada Jakarta mahal sekali, bukan karena uang dan alat peraga tetapi oleh tenaga bangsa dan rakyat yang tumpah ruah ke jalan raya; melalui segala saluran media dan mimbar yang memuntahkan kata-kata tentang segala yang sebenarnya sudah selesai, amarah! Maka Pak @aniesbaswedan, di hari Miladmu ini, kosongkanlah jadwal, duduklah sejenak, tafakur, dan renungkanlah umurmu, umur Jakarta dan umur bangsa Indonesia. Aku tahu otak pikirmu besar, aku tau kau sanggup melintasi waktu ke masa depan. Pikirkan.

Kau adalah manusia sejarah, meski aku tahu kau bukan politisi. Maka letakmu dalam sejarah sebenarnya bukan berkelahi. Kau lebih nampak baik sebagai guru. Kau menarik berbicara dan berkata. Kau sebenarnya menginspirasi dengan menulis dan berpuisi. Maafkan aku sahabatku @aniesbaswedan karena sekarang kau berada di sini. Kau berada di tempat yang tinggi. Dan aku bertemu sebagian orang sahabatmu yang menyesali kenapa kau berada di tempat yang merupakan hasil dari sebuah sengketa. Aku bilang sejarah.

Bahkan aku bilang, meski aku membuatnya ringan, “kalau bukan @aniesbaswedan mungkin takkan landai seperti ini”, kata kU sambil menoleh kiri dan kanan. Aku ingin tetap meletakkanmu di tengah meski kau semakin tahu, maksud baik kita tak selalu diterima baik. Itulah yang terjadi. Maka, di harimu ke-49 aku tetap melihatmu memegang pena, menulis tentang Jakarta dan sesekali mewarna Indonesia. 

Sahabat, tulislah mimpi kita semuanya di Ibukota ini. Karena di sini ada Jakarta dan ada Indonesia.  Di sini kita mengobati luka-luka di sini kita melawan lupa.

Kau pasti mengerti apa yang aku maksud. Karena kita telah mengeja aksara Indonesia. Kau pasti mengerti cara menjadikan Jakarta menjadi ibu Indonesia. Ibu kita semua, ibu bagi keluh kesah, dan harapan. Ibu bagi keadilan, ibu bagi kemiskinan dan ketimpangan. Ibukota Ibukita. Selamat ulang tahun pak Gubernur @aniesbaswedan yang hampir setengah abad. Duduklah sejenak, bersama anak dan isteri, muhasabah dan evaluasi. Lukislah Jakarta dengan tinta dari lubuk hatimu. Karena ini akan bermakna bagi Indonesia kita. Maafkan sahabatmu. End. RI

*Politisi PKS, Fahri Hamzah

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here