Mengeluh dan Prihatin adalah Tugas Rakyat, bukan Presiden

0
88

JAKARTASATU– Jika dalam negara ada peristiwa yang merugikan dan mendatangkan korban rakyat, maka kita sebagai rakyat dan publik wajib memberi simpati kepada korban sebagai sesama masyarakat. 

Itu kesibukan kita yang pertama. Bukan kesibukan pemerintah.

Kesibukan pemerintah yang utama adalah mengungkap peristiwa dan terbuka kepada publik tentang apa yang terjadi. 

Kesibukan utama pemerintah bukan soal kesedihan korban tapi soal membuat terang kejadian sehingga keadilan dan hukum ditegakkan secara tuntas.

Jangan dibalik seolah kesedihan lebih utama dari kebenaran. 

Akan sia-sia nyawa korban apabila negara gagal membawa pada penegakan hukum dan kebenaran untuk medapatkan keadilan. 

Sebab bagaimana jika pemerintah salah? Lalu siapa yang disalahkan?

Waktu Novel Baswedan jadi korban, semua menyatakan prihatin dan berduka seolah tugas  negara itu berduka. 

Padahal, fakta dan kebenaran tidak terungkap. Dan presiden @jokowi bilang “Tunggu Polri angkat tangan”. Hebat betul.

Ada banyak fungsi dalam negara termasuk memberikan santunan. 

Tapi negara hukum ditandai dengan tegaknya hukum yang akan menjadi dasar kebersamaan kita sepanjang masa. 

Maka, jangan bergeser untuk menemukan fakta yang benar.

Publik harus tahu bagaimana uang mereka dibelanjakan dan bagaimana kekuasaan yang mereka titipkan dipakai. 

Itu selalu harus diingatkan kepada semua petugas. 

Presiden dalam sistem Presidensialisme adalah segalanya. Tidak layak dia ngeluh atau menunjukkan kelemahan. 

Dialah yang harus dipersalahkan kalau ada masalah.  Semakin mengerti agama dia akan tahu bahwa pertanggungjawaban di akhirat itu lebih detil.

*FahriHamzah, Wakil Ketua DPR RI

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.