Gerindra: Rupiah Merosot, Pengusaha Makanan dan Minuman Naikkan Harga

0
135

JAKARTASATU– Kurs Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat belum beranjak dari Rp14.400 per USD. Nilai tukar ini telah melewati target Pemerintah dalam APBN 2018 sebesar Rp13.400 per USD. 

“Bahkan kita masih inget ‘Jokowi presiden Dollar tembus Rp10.000’,” sindir DPP Partai Gerindra, Senin, 9 Juli 2018, melalui akun Twitter resminya.

Pelemahan Rupiah tersebut menurut Gerindra sangat berdampak terhadap industri makanan dan minuman (mamin) dan membuat susah para pelaku industri tersebut. “Jadi sangat aneh jika ada pernyataan bahwa pelemahan Rupiah saat ini bukanlah sebuah masalah, terlebih hal tersebut dinyatakan oleh orang yang tidak berkompetensi atau bertupoksi dibidang ekonomi.”

Seharusnya Pemerintah sadar, bahwa para pelaku industri makanan dan minuman sudah terlanjur mengikuti APBN Rp13.600. Tapi, ternyata sudah 14.000 sudah melewati, dan terancam menuju Rp15.000. “Dan itu sangat berdampak pada industri mamin.”

Akibat dari pelemahan Rupiah ini, para pelaku industri mamin tengah mempertimbangkan untuk menaikkan harga jual. Langkah ini diambil untuk menutupi hasil keuntungan dari penjualan (margin).

“Pelemahan Rupiah tersebut mempunyai pengaruh terhadap bahan pokok hingga 4 sampai 6 persen, tergantung industrinya, jenis bahan kategori pangannya apa. Semakin besar ketergantungan impornya semakin tinggi harga kenaikan pokok produksinya.”

Para pelaku industri mamin terpaksa menaikkan harga agar marginnya tidak tergerus. “Tapi apakah dengan menaikan harga pasar kuat? Apakah daya beli mendukung? Jadi inilah dampak dari pelemahan Rupiah yang harus dipahami oleh elite bangsa ini.”

Gerindra mengingatkan cukup sudah meninabobokan rakyat dengan pernyataan-pernyataan yang tidak berbobot. “Rupiah melemah, tidak masalah. Daging mahal, makan keong sawah. Cabai mahal, tanam sendiri”. RI

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.