Powerslaves Band Dengungkan Cinta Kasih untuk Anak Negeri (Bagian II)

0
128
Powerslaves Band / Foto : Beng

Oleh: Beng Aryanto

Keterbukaan dan Kekeluargaan

Menjaga kekompakan grup yang bisa dibilang sudah cukup lama malang melintang dimusik dengan pasang surut kondisi dan masalah yang dihadapi bagi PS adalah yang paling utama menumbuhkan rasa kekeluargaan. Dari rasa kekeluargaan akan muncul rasa kebersamaan, saling menghargai dan lebih dewasa menghadapi tiap masalah yang ada. Minimal segala sesuatu permasalahan dibicarakan dengan baik,saling menghargai pendapat dan tentu juga faktor disiplin tetap dijaga.

Peran seorang manajer didalam kelompok tentu memiliki peran yang cukup berarti dalam memanage keberlangsungan grup yang di kelola.Sebagai seorang manajer tentu perannya juga bisa menyelesaikan tiap permasalahan yang ada, mulai masalah disiplinitas, bisnis hingga berbagai kepentingan dan kebutuhan personil musisi.

Powerslaves / Foto ; Beng

”Di PS ada member dimana mereka adalah musisi yang senior yang menggawangi PS tetap ada. Anwar Fatahillah adalah leader grup sekaligus penggagas berdirinya PS. Kemudian ada Heidy Ibrahim dan Wiwiex Sudarno personil lama PS, ditambah Agung Yudha dan 2 gitaris additional; Ambang Christ dan Robbie Rahman.” Ungkap Indra.

“ Ambang dan Robbie bisa dibilang cukup cepat beradaptasi, cukup fight,sabar dan bagus dalam permainannya.Sementara member PS sendiri sangat dewasa dalam membangun kekompakan grup” ujar Indra.

Yang menjadi permasalahan PS itu adalah hanya masalah non prinsip, terkait personil yang tinggal tidak disatu kota, ada yang di Semarang dan di Jakarta. “Hanya itu saja kesulitannya bila ada acara dadakan yang perlu koordinasi dan harus kumpul bareng, entah sekedar miting team atau latihan.diluar itu tidak ada kendala berarti , walau masing masing diluar kegiatan bermusik mereka punya kesibukan sendiri sendiri seperti Wiwiex Sudarno misalnya yang memiliki kesibukan khusus sebagai scoring music/creator music di sinema art.” Tutur Indra Budi S.

Menurut Indra, Powerslaves adalah grup band rock senior yang sudah memiliki jutaan penggemar tentu tak terlalu sulit mengkelolanya. karena segmentasi pasarnya sudah terlihat jelas. Untuk tetap eksis PS pun harus terus berkarya, walau industri musik secara fisik sedang mati suri, dan label label berguguran, tak menyurutkan PS melakukan usaha rekaman dan sekaligus menjadi label indie untuk mengedarkan karya bermusiknya.

Media sosial adalah sarana efektif yang terus di maintenance oleh PS dimana tiap aktifitas PS selalu di update di medsos dengan akun yang dimiliki dibawah manajemen bernama, Kereta Rock n Roll. Dengan media sosial terobosan program acara on air pun sedang dipikirkan kedepannya selain kegiatan off air atau manggungnya.

“ Ya sarana media sosial adalah sarana efektif yang bisa menjangkau semua penggemar di tiap wilayah dalam waktu bersamaan, bisa jadi kegiatan live show on air PS bisa dilakukan sekaligus menjawab permintaan para penggemar yang wilayahnya belum sempat kami datangi,” ungkap Indra.

Powerslaves bisa dibilang grup Lintas generasi karena dalam personilnya Ambang Christ (gitaris) yang cukup potensial masih terbilang relatif muda usianya (29 tahun). Dibanding personil lain di PS usianya jauh terpaut dibawah personil seniornya. Fleksibelitas personil Powerslaves membangun team tercermin dengan mudahnya seorang  Ambang Christ yang berusia muda bisa beradaptasi cepat dan kompak dalam team. Ini membuktikan bahwa komunikasi yang tercipta diantara mereka terbangun dengan baik.

“Powerslaves sendiri didalam bisnis cukup transfaran, bahkan endors pun cukup  fleksible dilakukan oleh personil masing masing tanpa melewati keputusan manajemen dengan syarat ada ke terbukaan,” ujar Anwar Fatahillah (Basist) yang mengaku pernah di endors produk distro dan drummer Agung Yudha yang pernah mengendors produk Yamaha.

Anwar Fatahillah (Basist) / Foto ; Ist

Menurut pentolan Powerslaves, Anwar fatahillah, se orang Ambang dengan usia yang relatif masih muda,  tentu secara aliran bermusiknya pun lebih pada era 2000 -an seperti grup sevenfold misalnya. Hal  ini yang diyakini Anwar bisa memperkaya harmonisasi bermusik PS di karya karya terbarunya. “Sementara Robbie Rahman sudah cukup lama menjadi additional PS, bisa dibilang saat ini Robbie sangat loyal dengan PS bahkan dia enggan bermain di band lain selain PS.Karakter bermusik Robbie sudah terbilang  sangat menyatu dengan warna musik yang powerslaves usung.” papar Anwar Fatahillah menjelaskan.

Permainan syntheziser dan keyboard Wiwiex Sudarno, menurut Anwar Fatahillah,cukup memberi warna dan menguatkan karakter Powerslaves begitu pula dengan tampilan peforma panggungnya.  Wiwiex sudah cukup matang dan telah mengalami perubahan yang cukup bagus dan  sangat berbeda saat awal bergabung  hingga pertengahan Powerslaves ada . Munculnya kepercayaan diri dari peforma Wiwiex membuat Powerslaves menjadi semakin pede (red; percaya diri) sebuah grup band dalam mengukir eksistensi dan kemapanan belakangan ini.

Wiwiex Sudarno / Foto ; Koleksi PS

“ Tampilan peforma Wiwiex sekarang lebih mengangkat nilai jual PS . Bisa dibilang Wiwiex sekarang bisa juga menjadi center angle panggung selain dari permainan keyboard yang mumpuni tampilannya benar benar lebih ngeband alias lebih keren.” Kelakar Anwar .

Tahu Powerslaves otomatis mengenal sosok Heidy Ibrahim, Heidy adalah vokalis Powerslaves, satu di antara vokalis rock Indonesia yang mempunyai suara berkarakter dan sangat memukau. Suara Heidy selain bervibrasi juga memiliki resonansi bagus, bisa pergi dari bass ke tenor yang tinggi dengan mudah, membuatnya salah satu penyanyi rock paling fleksibel mengatur suaranya.

Selain itu heidy cukup atraktif dan komunikatif menyapa slaver (red ; sebutan penggemar fanatik powerslaves), tak jarang dalam aksi panggungnya penonton terhipnotis dan larut bernyanyi bersama. Selain jago mengolah vokal dalam bernyanyi, Heidy juga memiliki talenta melukis Heidy bak magnit dalam grup band Powerslaves.Lantunan suara Heidy  mampu mengangkat puluhan tembang hits powerslaves pada posisi teratas.

Heidy Ibrahim / Foto : Ist

Terselenggaranya konser di 10 kota ditahun ini  membuktikan antusias penggemar band rock Powerslaves masih terbilang deras di berbagai kota di Indonesia, terutama Jakarta . Dijakarta dalam waktu yang tak terlalu lama permintaaan akan manggung sudah tiga kali di sambangi .

Mulai dari perhelatan HUT kota Jakarta di kemayoran hingga tour show bertema “Find Our Love Again” yang di awali start konser di Hard Rock Cafe Jakarta pada tanggal 9 Agustur lalu, dan 31 Agustus 2018 dalam lawatan tur konsernya PS harus kembali ke Jakarta mengisi panggung Taman Ria Senayan. Sabtu (1/9/2018), malam ini Powerslaves melangsungkan konsernya di kota Kebumen, dan beberapa wilayah di Jawa Tengah, Jawa Timur, Singkawang Kalbar.

“Sinetron seri anak langit SCTV yang membawa lagu Powerslaves menjadi sound theme sinetron tersebut, di akui Anwar fatahillah juga memperkuat eksistensi grup bandnya. “ Dibeberapa konser PS, penonton muda dibawah usia duapuluh tahun yang terbilang lintas generasi ternyata ikut menyanyikan dan hafal dengan lagu lagu Powerslaves,” ungkap Anwar.

Di media sosial banyak terlihat generasi mileneal menyukai lagu hits Powerslaves bahkan beberapa cover-version Powerslaves dibawakan generasi muda lintas mileneal di youtube. Ini menandai Powerslaves adalah grup band rock Indonesia yang cukup digemari jutaan orang dan tetap menjadi grup rock papan atas yang patut diperhitungkan.

Nah buat daerah yang belum terjadwal dan ingin mengundang PowerSlaves. Silahkan bisa hubungi PS lewat kereta rock n roll management.
Official Panfage : klik / search akun fb : POWERSLAVES
IG Official : Powerslavesband
Official Contact : + 08567691179 #powerslaves
Website : http://www.keretarocnroll.biz
Youtube : www.youtube/c/powerslaves

(SELESAI)

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.