Buchari Syamsi : Jakarta Butuh Generasi Muda Cerdas Dan Konstruktif Sesuai Bidangnya

0
159
Meridian Ramadir,ST,MCP, bersama tokoh masyarakat Betawi, Buchari Syamsi,SE, Ketua Dewan Penasehat Dewan Pimpinan Daerah Bamus Betawi Jakarta Selatan / Foto : Beng

JAKARTASATU – Pesta demokrasi Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 sudah di depan mata. Ada 16 partai politik yang sudah ditetapkan sebagai peserta pemilu mendatang dengan nomor urutnya. Sejak ditetapkan masa kampanye bagi peserta pemilu 23 September 2018 lalu, semarak pesta demokrasi semakin hangat dan mulai terasa.

Usaha para kontestan peserta pemilu 2019 mulai terlihat, baik peserta pileg,DPD maupun pilpres.Tak terkecuali apa yang dilakukan seorang calon peserta pileg DPRD DKI Dapil 7 Jakarta Selatan Meridian Ramadir, ST, MCP, yang mewakili  calon legislatif dari Partai Bulan Bintang (PBB).

“Jakarta butuh seorang generasi muda yang cerdas dan konstruktif serta memiliki komitmen dan integritas tinggi dalam membangun wilayahnya.Terkait itu, Saya secara pribadi sangat mendorong upaya calon legislatif muda yang akan duduk dalam perwakilan daerah Jakarta, terlebih bila sang calon datang dari partai yang berbasis Islam,” ujar H.Buchari Syamsi,SE, Ketua Dewan Penasehat Dewan Pimpinan Daerah Bamus Betawi Jakarta Selatan dalam acara silaturahmi dan konsolidasi tokoh masyarakat dapil 7 Jakarta selatan di Resto Mang Kabayan Bintaro Tangerang Banten (21/10/2018).

H. Achmad Alfarius, Ketua tim sukses membuka acara silaturahmi dan konsolidasi tokoh masyarakat Betawi dapil 7 Jakarta Selatan / Foto : Beng

Selain itu menurut Buchari, sang caleg adalah wanita dimana quota 30 persen didewan diperiode 2014-2019 belum terpenuhi. “ Wanita sebagai calon legislatif, memang harus menjadi prioritas, agar mencukupi quota nya sebesar 30 persen dari jumlah anggota legislatif yang ada di periode selanjutnya.Tujuannya agar ada perimbangan suaranya dengan calon legislatif pria di DPRD DKI Jakarta,” papar Buchari menambahkan.

Buchari  Syamsi adalah seorang tokoh politisi senior dari partai berlambang beringin dan merupakan salah satu ketua DPD Nomer 3 terbaik saat munas Bali diselenggarakan pada tahun 2016 lalu, yang berhasil menghimpun suara di wilayah Jakarta Selatan,atas kemenangan Anies –Sandi menjadi kepala daerah DKI jakarta saat pilkada DKI lalu.

Sementara itu menurut Meridian, Caleg DPRD DKI Dapil 7 yang mengusung No 3 dari PBB, dalam paparannya menjelaskan pentingnya menciptakan sebuah perencanaan kota yang baik agar masyarakat menjadi nyaman dan bahagia. “Pembangunan kota dikatakan berhasil bila warganya bahagia. Bahagia tentu akan terwujud bila fasilitas yang ada dapat melayani seluruh kebutuhan aktifitas masyarakatnya,” ujar Meridian dalam acara silaturahmi dengan tokoh masyarakat yang diadakan hari ini (21/10/2018) .

Meridian Ramadir,ST,MCP, Caleg DPRD DKI Jakarta Dapil 7 Jakarta Selatan / Foto : Ist

Meridian adalah seorang pemerhati perencanaan kota dan dosen luar biasa Fakultas Arsitektur Lanskap dan Teknologi (FALTL), Universitas Trisakti Jakarta. Dalam salah satu visi misinya sebagai calon legislatif, ia menargetkan 30 persen kawasan hijau sebagai paru paru kota sebagai kebutuhan perencanaan kota yang nyaman selain masalah revitalisasi rumah ibadah (masjid) agar lebih maksimal dalam kegiatan ibadah dan pendidikan ke agamaan. Selain itu, Meridian juga ingin melakukan pemberdayaan kaum perempuan khususnya ibu ibu rumah tangga untuk ikut program menciptakan  anak- anak cerdas lewat kegiatan Paud dan Pengajian.

Dalam acara tersebut, seorang tokoh masyarakat wilayah Pesanggrahan mengungkapkan agar Meridian pun mampu membawa aspirasi dari tingkat bawah (grassroot), terkait masalah honor  pekerja sosial penjaga mesjid (merbot), serta guru guru ngaji dirumah ibadah. “ Buat seorang calon legislatif, hal yang paling perlu diperhatikan adalah masalah yang paling mendasar yaitu persoalan kecil terkait honor merbot dan guru ngaji.Mereka tentu harus juga dilihat dan perannya sangat penting dalam membina akhlak masyarakat yang beragama Islam.” ujar  H.Syahroni ketua DKM Kecamatan Pesanggrahan dalam pertemuan tersebut.

Hal lain yang di ungkapkan Syahroni adalah terkait guliran anggaran  subsidi pendidikan sekolah yang seharusnya merata tidak hanya dirasakan untuk sekolah negeri saja. “ Saya merasa sekolah swasta juga memiliki kontribusi dalam pendidikan mencerdaskan masyarakat, dimana urusan pendidikan yang terbatas dilakukan pemerintah daerah , di lengkapi dan di penuhi oleh sekolah non negeri (swasta) dalam rangka mencerdaskan bangsa,” ungkap Syahroni menyuarakan aspirasi masyarakat terkait anggaran pendidikan yang cukup besar alokasinya, juga bisa membantu sekolah swasta yang masih kekurangan anggaran, khususnya madrasah . (JKST/Beng Aryanto)

 

 

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.