POLITIK TRONJAL TRONJOL

0
219
Kantor BUMN Jakarta

POLITIK TRONJAL TRONJOL

Memahami oligarki atau sebagian orang mengendalikan pemerintahan sebuah negara terkadang memang bikin syirik dan dengki.

Seperti saya deh yang bisnis ke sikat BUMN iri dan dengki ada di hati saya ( kasihan ya) dan tergopoh gopoh pindah jalur masuk bisnis retail 1 tahun terakhir ini demi sesuap nasi bagi keluarga dan karyawannya, rasanya mangkel banget lihat sekeliling orang dekat dengan pusat kekuasaan pada PANEN AKBAR.

Padahal mereka bukan ketegori pengusaha tangguh kalau di FREE MARKET pasar bebas. Mereka harus pakai fasilitas kekuasaaan atau power jabatan an konek dengan aseng. Tetapi faktanya mereka panen semua, dan berkelimpahan duit.

BUMN yang berubah bukan badan usaha milik negara tetapi badan usaha milik PENGUASA (namanya harusnya BUMP) ya silahkan saja deh panen semua walau supplernya di bayar mundur jauhhhh.

Yang sebel nya lagi semua di bungkus nama NEGARA. Ini negara!! Demikian topeng propaganda perlindungan di pakai sebagai alih alih seakan untuk rakyat. Halah, orang lu para oligarki aja kali yang lagi jabat yang manfaat.

Ini adalah kalimat kesel mangkelnya saya. Tetapi memang begini kenyataan. Orang saya ngak nanam apa-apa di masa lalu ya masak bisa ikut panen. Ya ngak bisa lah. Mereka saja oligarki yang penen sekarang.

Nation threat atau ancaman nasional yang saya khawatirkan sulit terasa dalam jangka pendek. Masuknya china tiongkok di anggap pahlawan ekonomi indonesia saat ini, saya katakan nation threat, tidak terbukti.

Ya memang saya salah analisanya. Saya akui. Ternyata china tiongkok bukan nation threat!!!

Tetapi pastinya saya tidak suka dengan bisnis asing, amerika tiongkok apapun itu saya jaga jarak saja lah pokoknya.

Silahkan rangkul china itu. Silahkan rangkul uang mereka, silahkan tukar dengan kekayaan alam indonesia untuk segelintir manfaat kaum oligarki. Monngo kerso, silahkan.

Rakyat mencintai kalian kok, pintar kalian mengemas data positif satu sisi terus di pertontonkan ke masyarakat. Memang itu benar dan fakta sepenggal sisi positif informasi. Kalau negatif walau fakta di cari hoaxnya. Kalian sudah menjadi presure group. Hebat.

Kaum minoritas bahkan bisa lincah di adopsi , LGBT bahkan di tampung. Bukan imigran saja di akomodir, bukan orang asing saja di akomodir, bukan duit asing saja di fokuskan, bukan orang kaya lama saja yang dapat karpet merah, bukan import komoditas saja yang di prioritaskan, pokoknya semua yang aneh-aneh di akomodir.

Beruntung kalian kaum oligarki berlindung di balik seorang yang populer. Di balik seorang yang bercitra naif polos, dan memang orang yang sederhana.

Orang baik itu kalian manfaatkan. Orang baik itu kalian panggungkan, orang baik itu kalian bungkus kelewatan.

Saya suka orang sederhana itu, tetapi saya tidak suka oligarki dan orang di sekeling manusia sederhana itu. Dan tampaknya manusia sederhana itu jadi tidak bisa menerima sensor geraman mayoritas kaum di bawah,kaum di samping yang masih murni sulit di dengarnya. Suara oligarki yang mengelilinginya lebih terlihat ‘menjanjikan” ketimbang suara kebanyakan di bawah.

Akhirnya kaum si kecil yang terpencil makin tak terdengar suaranya itu panik, mulai teriak kencang mengerang kesakitan dan di kira erangan tersebut teriakan membenci si orang sederhana tadi. Bukan, mereka mengerang kesakitan karena tekanan oligarki.

Teriak kesiapa mereka seharusnya?

Kalau saja Nurhadi nomor sepuluh ikut kontes, kayaknya nurhadi bakal menang, karena dia tidak ada oligarki di sekelilingnya. Hanya tronjal tronjol.#peace

OLEH Mardigu Wowiek
Facebook Comments