Al-Izar Tunjukan Keberagaman di Kemerdekaan RI 74

0
89

JAKARTASATU – Dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74, Al-Izhar Pondok Labu upacara tahun ini dilakukan dilakukan secara khusus karena tema busana yang digunakan adalah busana daerah.

Hal ini untuk penguatan murid dan guru sebagai bangsa Indonesia untuk menunjukan identitas negeri ini. Selain itu tujuannya agar murid saling mengetahui adat istiadat temannya dari busana yang dikenakan.

Mereka akan memahami bahwa setiap individu berbeda suku, agama, berbeda pendapat, berbeda bahasa daerah, berbeda adat istiadat, namun semuanya tetap satu, Indonesia.

Setelah pengibaran Sang Saka Merah Putih dan upacara dilaksanakan, kegiatan ditutup dengan Tarian Gemu Fa Mi Re yang berasal dari Maumere, NTT secara bersamaan. Kearifan lokal Gemu Fa Mi Re adalah simbol kegembiraan dan persatuan. Tarian ini dilakukan bersama-sama oleh murid, orang tua murid, guru, dan staff.

Puncak penutupan upacara dilakukan parade busana daerah setelah diumumkan para pemenang berbusana daerah terbaik.

Andra Asmara Budiharto kelas VI-C, mengatakan “Saya menjadi tahu busana daerah lain dari teman-teman, ada yang menggunakan busana dari Dayak dan Papua.”

Sedangkan menurut Muhammad Ridwan sebagai pemenang busana daerah Rote, Guru SMA Al-Izhar menyampaikan, “Walau upacara menggunakan busana daerah baru pertama kali dilakukan, antusiasme sudah terlihat dari orang tua, murid, dan tamu yang hadir menanyakan busana yang saya pakai. Percakapan pengenalan kebudayaan Rote, NTT akhirnya terjadi. Inilah yang diharapkan adanya ragam nusantara dan
menjadi gaung untuk sekolah lain”.


Berharap semua murid bangga dengan busana adat yang mereka kenakan. Busana adat bukan sekedar busana resmi suatu daerah, tetapi merupakan identitas bangsa dan bentuk penghargaan terhadap budaya yang kita miliki. Bukan hanya visi dan misi saja yang harus diperhatikan, namun juga nilai-nilai yang perlu dimiliki oleh setiap murid salah satunya adalah nasionalis melalui pengenalan seni budaya, dengan harapan memahami akar budaya asalnya dan mampu menghargai kebhinekaan Indonesia.

Mereka berperan penting dalam memelihara budaya dan menunjukan identitas Indonesia kepada dunia. Hal utama untuk membangun karakter bangsa adalah dengan seni dan budaya. Inilah Indonesia, penuh warna dan beragam, demikian rilis yang diterima Jakartasatu.com. |RED

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.