IAID, SEJARAH BARU HUBUNGAN INDONESIA-AFRIKA

0
3027

JAKARTASATU – INDONESIA-AFRICA INFRASTRUCTURE DIALOGUE (IAID) baru saja oleh Menteri Luar Negeri RI, Ibu Retno P. Marsudi dan disambut  dengan rasa gembira oleh seluruh peserta yang hadir dari 53 negara di Afrika, termasuk dari 8 negara wilayah akreditasi KBRI Dakar .

IAID yang merupakan kelanjutan dari Indonesia-Africa Forum (IAF) April 2018, telah menghasilkan puluhan business deals di bidang kerjasama Insfrastruktur antara Indonesia yang diwakili PT.Wika dan stake holders lainnya dengan segenap negara afrika. Kalau pada  IAF 2018 mendapatkan angka business deals sebesar 500an juta usd, tapi di IAID kali ini capaian business deals-nya mencapai angka 822 juta usd. Yang membanggakan dari capaian ini adalah bahwa  KBRI Dakar memberikan kontribusi sebesar 50% lebih dari total  capaian tersebut yaitu  sebesar 459 juta usd yang terdiri dari Proyek Pembangunan Multy purpose  Building “Tour De Gorrre” di Senegal senilai 250 juta usd dan 200 Juta usd untuk pembangunan ” Social Housing” di Abidjan, Pantai Gading.

Delegasi dari wilayah akreditasi KBRI Dakar yang dipimpin oleh Duta Besar RI Dakar, Mansyur Pangeran, berjumlah 31 orang termasuk Menteri Bapenas Senegal Mr. Cheikh Kante.

Dubes RI Dakar Mansyur Pangeran menyatakan  dari 11 kesepakatan Bisnis senilai 822 juta Dollar AS yang telah ditandatangani pada Indonesia Africa  Infrastructure Dialogue di Bali 21-22 Agustus 2019, 2 kesepakatan merupakan  kerjasama  infrastruktur RI dengan Senegal yaitu pembangunan  Goree Tower di Dakar akan dilaksanakan oleh  PT.WIKA senilai 250 juta Dollar AS dan  pembangunan 5 ribu perumahan rakyat di Abidjan Cote Ivoire senilai, 200 juta Dollar AS juga oleh PT. WIKA

Dalam pertemuan khusus DR. Cheikh Kante Menteri PSE/ Bappenasnya Senegal dengan Menlu RI Retno LP Marsudi pihaknya mengharapkan Presiden Presiden RI Joko Widodo berkenan meletakkan batu pertama pembangunan Goree Tower tersebut. Dikatakannya pembangunan Goree Tower tersebut direncanakan dibangun selama 2 tahun dan diharapkan selesai tahun 2022 karena tahun 2023 Senegal akan menjadi tuan rumah Olympic game.

Cheikh Kante selanjutnya  menyatakan pembangunan Goree Tower tersebut merupakan pembuka jalan bagi kehadiran Indonesia di Senegal dan akan diikuti dengan proyek-proyek infrastruktur lainnya seperti :  Jalan tol, jembatan, pembangkit listrik, perumahan rakyat dan lainnya.

Dengan capaian terbaik tersebut, KBRI Dakar akan terus meningkatkan kinerjanya melalui berbagai penguatkan kerjasamanya di berbagai bidang dengan kedua negara. Arahan Presiden RI dalam pidato pembukaan yang memberikan leverage bahwa Indonesia-Africa adalah  brother/ saudara sejajar negara afrika  akan menjadi pijakan kerjasama yang lebih luas. Jejaring kerja KBRI Dakar dengan negara akreditasi akan terus diperkuat dengan memanfaatkan dukungan aktif dari para Konsul Kehormatan yang sudah dimiliki KBRI Dakar yaitu Konhor RI untuk Mali, Gambia, Sierra Leone,  Cabo verde,  Cote d’Ivoire, dan Guinea Bissau. |JKS/PR

Comments

comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.